19 Januari 2017

Adakah Ormas yang Menolak Kekuasaan?

author photo
Kini di tengah-tengah masyarakat jamak sekali hadir Organisasi Masyarakat atau disingkat Ormas dengan berbasis agama, terutama Islam. Keberadaan mereka dinilai telah menjadi faktor pendorong dalam memajukan perkembangan Islam di tanah air.

Setiap Ormas memiliki para pengikut tertentu dan diantara sekian pengikutnya terdapat golongan yang militan. Akan tetapi tidak sedikit pula yang biasa-biasa saja. Tentu saja kondisi ini telah mempengaruhi berbagai aktifitas yang dijalankan oleh ormas tersebut.

Di sisi lain, keberadaan Ormas yang memiliki pengikut loyal mampu memberikan implikasi lain, ketika mereka bersinggungan dengan beberapa kepentingan yang berbeda yang ditunjukkan oleh kelompok Ormas lain. Bahkan seringkali hingga terjadi bentrok antar pengikut ormas.

Perluasan jaringan telah menuntut ormas untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan banyak kepentingan kelompok lain. Sementara itu, mekanisme adaptasi yang dilakukan pada beberapa bagian tertentu pun kerap menimbulkan pertentangan internal. Hal ini pada akhirnya akan memecah-belah keberadaan ormas tersebut.

Beberapa friksi internal yang terjadi di dalam kubu ormas jamak ditimbulkan oleh pertentangan dan perbedaan pemahaman seputar visi serta misi organisasi tersebut. Dan faktor keanggotaan pun telah menjadi soal tersendiri di internal ormas.

Keinginan yang kuat mengenai hasrat untuk menambah anggota bisa menjadi potensi pemicu terjadinya bentrokan kepentingan dengan berbagai pihak. Pemandangan ini -pada akhirnya- memicu ormas menggunakan berbagai cara agar mampu meningkatkan jumlah keanggotaannya.

Adakah Ormas yang Menolak Kekuasaan?

Kecenderungan ormas yang memiliki keinginan untuk bergandeng serta mengarus pada kekuasaan pun telah mendorong secara pragmatis. Perlu diakui bahwa tidak ada satupun entitas yang menolak atau menghindar dari kekuasaan.
Adakah Ormas yang Menolak Kekuasaan?
Adakah Ormas yang Menolak Kekuasaan?
Bahkan lebih jauh lagi ormas pun menginginkan mencapai kedudukan atau posisi kekuasaan. Sehingga segala hal positif dan yang telah menjadi tujuan mampu tersalurkan dan terakomodir.

Sumber: Jurnal Komunikasi Islam

This post have 0 komentar

Bagi yang berminat, silakan berkomentar — Terima Kasih :)
EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *