09 Juli 2016

Menumbuhkan Karakter Insan yang Berbudi Pekerti yang Luhur

Menumbuhkan Karakter Insan yang Berbudi Pekerti yang Luhur
Pendidikan budi pekerti yang baik dan benar adalah pendidikan yang berhasil membuat seseorang terutama anak-anak yang merasa salah pada waktu dia berbuat salah, sekalipun tidak ada orang lain yang menyalahkan perbuatannya tadi.

Pada sisi lain, pendidikan budi pekerti yang berhasil juga akan membuat anak merasa terusik, setiap kali dirinya menyaksikan pelanggaran norma-norma oleh seseorang, sekalipun pelanggaran tadi tidak merugikan dirinya.

Itulah yang dinamakan dengan pendidikan yang berkarakter. Karakter merupakan kunci keberhasilan dari upaya pendidikan membangun peradaban. Salah satu langkah mencapai karakter yang baik, yaitu dengan menumbuhkan budi pekerti siswa di sekolah.

“Budi pekerti ini harus dirasakan karena pertumbuhan karakter harus menjadi tujuan utama pendidikan,” tegas Anies Baswedan, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI beberapa waktu yang lalu di sebuah kesempatan.

Menumbuhkan Karakter Insan yang Berbudi Pekerti yang Luhur

Sudah seharusnya Peradaban ditanamkan sejak dini, sejak di bangku sekolah. Pasalnya, sekolah adalah "Kawah Candradimuka" untuk mencetak kader-kader calon pemimpin bangsa. Dan sekolah yang baik akan senantiasa memiliki visi yang baik.

Sekolah dengan visi yang baik akan melahirkan kader yang baik pula, demikian sebaliknya. Sudah saatnya bangsa ini maju dan bangkit, masyarakatnya harus menjadi masyarakat intelektual yang menggunakan akal sehat dan hati nuraninya.

Apabila saat ini anak-anak itu mendapat pelajaran tentang kasih sayang, maka nanti mudah-mudahan dia akan tumbuh menjadi manusia atau pemimpin yang menyayangi sesama manusia atau makhluk lainnya.

Apabila saat ini anak-anak diajarkan tentang mencintai alam, maka akan muncul manusia-manusia yang mampu menjadi khalifah (penjaga) bumi. Jika anak-anak hari ini diajarkan tentang nikmatnya membaca, maka akan lahirlah generasi-generasi bangsa yang gemar membaca dan berwawasan luas.

Apabila hari ini anak-anak diajarkan pelajaran berhitung dengan teknik yang sangat menyenangkan (melalui tepukan tangan, games, lukisan, dan lain sebagainya) maka akan lahir generasi yang menjadikan matematika sebagai pelajaran yang mudah, bukan sebagai pelajaran yang mengerikan seperti anggapan kita dulu.

Secara pedagogis, "pendidikan budi pekerti" lain wataknya dari pelajaran-pelajaran yang ada di sekolah selama ini, seperti pelajaran-pelajaran bahasa, matematika, pengetahuan alam, dan sebagainya.

Dalam sistem evaluasi kita sekarang ini, kemajuan siswa kita evaluasi berdasarkan penguasaan mereka terhadap pengetahuan. Ini berlaku dari evaluasi dalam bentuk ulangan biasa sampai ke evaluasi dalam bentuk Ujian Nasional.

Pengertian Pendagogi

Pedagogi merupakan ilmu atau seni dalam menjadi seorang guru dengan merujuk pada strategi pembelajaran atau gaya pembelajaran. Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar.

Artikel Terkait


Menumbuhkan Karakter Insan yang Berbudi Pekerti yang Luhur
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email