22 Juli 2016

Inilah Alasan Mengapa Ulama Saudi Mengharamkan Pokémon Go

Pokémon Go adalah permainan besutan pengembang game Niantic - sebuah perusahaan pengembang perangkat lunak (termasuk permainan tertambah di dalam telepon pintar) berasal dari California, Amerika Serikat.

Niantic yang juga merupakan anak perusahaan dari raja internet dunia, Google telah begitu fenomenal dengan permainan augmented reality yang bernama Pokémon Go.

Hingga saat ini permainan Pokémon Go telah tersebar terbatas pada beberapa negara saja, seperti; Jerman, Selandia Baru, Australia dan tentu saja Amerika Serikat.

Yang fenomenal dari pemberitaan permainan Pokémon Go adalah perubahan perilaku para pemain game tersebut.

Melansir pemberitaan dari BBC online disebutkan bahwa Pokémon Go telah 'memusingkan' aparatur negara sampai-sampai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, membuat himbauan yang ditujukan kepada seluruh pegawai di kementeriannya untuk tidak memainkan permainan ini di lingkungan kantor.

Sudah hampir sebulan lebih Pokémon Go ramai sekali gaungnya di Indonesia padahal permainan ini untuk wilayah Indonesia sendiri belum resmi dirilis.

Begitu pula dengan instansi militer, akan tetapi Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Edi Sucipto menegaskan bahwa permainan Pokémon Go bukan tidak boleh dimainkan namun tidak boleh bermain game ini di lingkungan instansi militer. Hal tersebut berkaitan dengan positioning GPS, penunjukan posisi, visual gambar area.

Itulah reaksi yang terjadi Indonesia yang berhubungan dengan permainan Pokémon Go. Dan adalagi pemberitaan tentang permainan yang menghadirkan Pikachu dan kawan-kawan ini - yaitu datang dari Saudi Arabia.

Informasi terkini (Jumat, 22/7) tentang Saudi dan Pokémon Go hadir di harian Pikiran Rakyat lewat media cetaknya menulis Ulama Saudi Haramkan Pokémon Go.

Inilah Alasan Mengapa Ulama Saudi Mengharamkan Pokémon Go

Di dalam pemberitaannya, PR menyebutkan beberapa alasan kenapa pemerintah Saudi mengharamkan permainan ini.

Otoritas ulama Arab Saudi mengeluarkan fatwa yang mengharamkan permainan Pokémon Go di negara Islam ini.

Fatwa yang dikeluarkan berdasarkan fatwa yang sudah lama dikeluarkan yaitu pada 2001 isinya menyerukan larangan permainan yang dianggap berbentuk judi dan bertentangan dengan akidah Islam.

Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior Arab Saudi menyebutkan bahwa permainan Pokemon Go berunsur judi. Sejumlah karakter dalam permainan ini mengambil landasan yang bertentangan dengan hukum Islam, yaitu teori evolusi Darwin.

Pengharaman ini selain terjadi di Arab Saudi juga dilakukan di negara Mesir. Ulama Mesir melalui Wakil Lembaga Pendidikan Islam Al Azhar Mesir, Abbas Shuman, menegaskan bahwa gejala kecanduan memainkan game Pokémon Go itu sama halnya dengan kecanduan alkoholisme.

"Game Pokémon Go membuat terlihat seperti tengah mabuk di jalanan. Mata mereka hanya fokus pada layar monitor gadget saja," ungkap Abbas Shuman.

Tahukah Anda? Seperti halnya dengan negara-negara lain, game Pokémon Go juga melanda Mesir dan Arab Saudi. Padahal game ini belum dirilis secara resmi oleh Niantic untuk beberapa negara termasuk Indonesia, Mesir dan Arab Saudi.

Apabila sudah dirilis secara resmi maka game ini bisa diunduh lewat ponsel ber-OS Android (Google Play) dan ponsel iOS (App Store).

Namun pada kenyataannya jamak pengguna ponsel pintar memperoleh dengan mudah aplikasi permainan Pokémon Go melalui jalur-jalur tidak resmi yang secara masif hadir di Internet. []

Artikel Terkait


Inilah Alasan Mengapa Ulama Saudi Mengharamkan Pokémon Go
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email