09 Juli 2016

3 Institusi Pembentuk Karakter Manusia: Rumah, Agama & Sekolah

Untuk melihat karakter orisinil dari sikap atau perilaku manusia, bisa diperhatikan dari sifat dan sikapnya dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila orang tersebut orang jujur, akan senantiasa berkata dan bersikap jujur secara spontan dan tanpa rekayasa di mana pun ia berada dan dalam kondisi apapun.

Berbicara tentang karakter pada seseorang, tatkala dirinya tidak bisa merealisasikan karakter yang sudah menempel dalam dirinya sebagai perilaku dalam menjalankan kehidupan sehari-hari - maka orang itu akan merasa gelisah dan merasa tidak nyaman.

3 Institusi Pembentuk Karakter Manusia: Rumah, Agama & Sekolah
foto: internet
Begitupun dengan orang yang berkarakter amanah, dirinya akan sangat tidak tenang ketika suatu saat dia tidak bertanggung jawab atas amanah. Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa karakter adalah nilai kehidupan yang sudah mbalung sumsum atau mendarah daging, tersimpan dalam alam bawah sadar.

Para pakar membuat kesimpulan, bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu generasi penerus memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, dan budaya.

Dengan demikian, Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada generasi penerus yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai sebagai pribadi, juga sebagai makhluk sosial dan bermasyarakat.

Seorang ahli pendidikan karakter, Dr. Thomas Lickona pernah mengidentifikasi nilai-nilai yang patut ditingkatkan adalah kualitas kejujuran, kasih sayang, keberanian, kebaikan, pengendalian diri, kerjasama, ketekunan dan kerja keras.

Sejarah mencatat bahwa pembentukan karakter pada anak dilakukan oleh tiga institusi penting yaitu rumah, agama, dan sekolah. Ketiga institusi ini bekerjasama mewariskan nilai-nilai untuk membentuk karakter generasi selanjutnya.

Keluarga yang meletakkan pondasi, kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh agama dan sekolah. Dalam lingkungan yang berkarakter maka akan tumbuh anak-anak berkarakter. Semua pihak yang memiliki kesempatan untuk mempengaruhi nilai-nilai yang dianut anak muda – selain sebagai teladan, juga mengajarkan kualitas-kualitas karakter ini. []

Artikel Terkait


3 Institusi Pembentuk Karakter Manusia: Rumah, Agama & Sekolah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email