12 Mei 2016

Madu Sebagai Penyembuh

Madu dikenal masyarakat luas memiliki banyak khasiat. Namun beberapa kalangan masih meragukannya. Bagaimana sebenarnya madu bisa efektif dalam mengobati sakit?

Madu Sebagai Penyembuh
Madu Sebagai Penyembuh
Prolog di atas merupakan pertanyaan dari pembaca yang ditujukan kepada pengasuh rubrik Miracle of Sharing Majalah Giving Insight (edisi 2 tahun 2012). Rubrik tersebut diasuh oleh Dr. Zaidul Akbar, seorang pakar herbal yang cukup termashyur di Indonesia.

Pertanyaan tentang Madu Sebagai Penyembuh, bisakah? Ini dijawab lewat tulisan Dr. Zaidul Akbar berikut ini.

Dalam Alquran surat An Nahl, 16: 68-69 disebutkan Allah Swt., berfirman bahwa di dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan. Rasulullah Saw., juga bersabda bahwa kesembuhan bisa diperoleh dengan cara meminum madu.

Sebagai seorang muslim, dengan dua penjelasan tersebut di atas tentunya patut meyakini bahwa penyakit apa saja dapat disembuhkan dengan mengonsumsi madu.

Lewat kajian ilmu pengetahuan moderen, diketahui bahwa madu memiliki beragam kandungan, sebut saja; bipolen, royal jelly, roti lebah dan propolis. Dan segala macam kebaikan terdapat di dalam madu atas ijin Allah. Di dalam madu terdapat; mineral, magnesium, fosfor, zat besi, dan lain-lain.

Sang Maha Pencipta telah menjadikan lebah sebagai penghasil madu dengan begitu banyak manfaat. Dan setiap bakteri tidak bisa hidup di dalam madu, sehingga madu dianjurkan untuk diminum setiap hari.

Karena itulah madu disebut sebagai antibiotik alami yang sanggup menyembuhkan beragam luka dan penyakit. Meski tidak bisa berdiri sendiri, madu sangat baik untuk pengobatan. Guna dijadikan media penyembuhan, madu biasanya dikombinasikan dengan herbal penyembuh penyakit lainnya.

Masih saja ada stigma atau mitos tentang madu yang hari ini beredar di tengah-tengah masyarakat. Seperti; madu bisa meningkatkan gula darah, atau anak di bawah 1 tahun tidak boleh mengonsumsi madu.

Ada cerita tentang madu di dalam hadits Bukhari. Syahdan ada seorang Arab yang mengadu sakit perut kepada baginda Rasulullah SAW. Lalu nabi menganjurkan orang tersebut untuk mengonsumsi madu. Nabi berpesan, agar orang itu meminum madu sebanyak dua kali.

Masyarakat sudah waktunya mengetahui Faedah Madu Sebagai Penyembuh (Syifa). Masyarakat luas rata-rata memahami madu sebagai minuman suplemen saja.

Mari kita sama-sama saling menginformasikan bahwa madu bisa sebagai penyembuh banyak penyakit, mulai dari hipertensi, diabetes, luka, thalasemia, sakit gigi dan lain-lain.

Konsumsilah madu secara rutin, untuk menjaga kesehatan cukup diminum 1  x  1 sendok makan untuk orang dewasa, 1 x sendok teh untuk anak-anak. Dan untuk penyembuhan 2 x sendok makan untuk orang dewasa atau 2 x sendok teh untuk anak-anak. Aturannya minumlah madu sebelum sarapan di pagi hari dan sebelum tidur di malam hari.

Pastikan Anda meminum madu murni. Ciri-ciri madu murni adalah kadar air di bawah 18%. Salah satu madu murni adalah Madu Tropis Brazil yang bisa diperoleh di blogstore yang beralamat di www.stokmadu.com.

Itulah sekilas informasi kesehatan islami dari penjelasan Dr. Zaidul Akbar (herbalist Indonesia) yang dirangkum oleh redaktur Alquran Syaamil. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait


Madu Sebagai Penyembuh
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email