09 Agustus 2015

Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan

Berikut ini akan kami hadirkan Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan. Artikel ini ditayangkan guna membantu pembaca yang mencari bahan untuk ceramah di pengajian atau acara-acara Islam lainnya.

Sub judul dari Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan kali ini adalah Jujur Sebagai Kunci Sukses yang ditulis oleh Miftah Faridl, ketua umum MUI Kota Bandung dan pembimbing Safari Suci. Penulis telah merilis artikel ini pada harian umum Pikiran Rakyat dalam kolom Renungan Jumat sub rubrik Beranda halaman 27 (Jumat, 7 Agustus 2015).
Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan

Jujur Sebagai Kunci Sukses

Menjelang peringatan ke-70 kemerdekaan Indonesia, waktu yang tepat untuk kita semua guna melakukan muhasabah, interopeksi, membaca serta menyadari kekurangan dan kelemahan diri kita.Untuk itu, mari kita mengakui dengan jujur segala dosa dan kelemahan serta kekurangan diri kita. Bukan untuk diratapi namun juga bukan untuk disesali tetapi justru untuk diperbaiki.

Sadar akan kekurangan diri adalah langkah pertama untuk memulai perbaikan diri. Seseorang yang tidak pernah sadar akan kekurangan diri biasanya sulit untuk memperbaiki karena sudah merasa sempurna dalam hidupnya sehingga tidak perlu perbaikan diri.

Tahun ini kita harus lebih baik dari tahun-tahun lalu. Tahun ini hidup kita harus lebih berkualitas, harus lebih bermanfaat dibandingkan dengan tahun-tahun yang telah kita lalui. Apabila tahun ini kita tidak lebih baik dari tahun sebelumnya itu sudah merupakan kerugian bagi diri kita. Jika tahun ini lebih jelek dari tahun lalu, berarti kita celaka. Sebuah keberhasilan harus ditandai dengan adanya kemajuan dan peningkatan.

Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan

Kaum muslimin sudah digembleng di Bulan Ramadhan, keberhasilan ibadah shaum dan ibadah-ibadah lainnya tidak hanya tampak pada saat proses ibadah tersebut berlangsung namun harus pula tampak pada perilaku kita setelah ibadah tersebut usai.


Shalat yang baik itu harus membuahkan kemampuan mencegah perbuatan jahat dan munkar. Zakat yang baik itu harus juga bisa membersihkan harta dari penykit rakus dan kikir. Sementara itu, shaum yang baik harus membuahkan takwa.

Salah satu persoalan bangsa yang perlu disikapi dengan serius dewasa ini adalah menyangkut akhlak bangsa, khususnya yang menyangkut keshalehan sosial. Kita sangat prihatin dengan kondisi moral bangsa yang mayoritas beragama Islam, namun akhlak sosialnya masih banyak yang belum Islami.

Pada satu sisi kita merasa bersyukur bahwa orang yang melaksanakan sholat semakin banyak, orang yang shaum pun semakin bertambah jumlahnya. Begitu pula dengan orang yang umroh dan haji membludak. Namun di sisi lain juga kita harus jujur mengakui bahwa bangsa ini sedang mengalami krisis keshalehan.

Orang yang tidak jujur sangat banyak dan tersebar dimana-mana. Orang yang kasar dan tidak santun banyak pun banyak jumlahnya. Orang yang malas, bodoh, egois, materialistis hedonis masih banyak. Padahal menurut ajaran Islam, ibadah shalat, shaum, dzikir, umrah, haji dan lain-lain -semua itu- harus dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan akhlak sosial setiap orang yang mengamalkannya.

Kita perlu dan wajib melakukan intropeksi. Di antara ajaran tentang keshalehan sosial yang perlu mendapatkan perhatian kita dewasa ini ialah tentang kejujurn dan tentang akhlak yang jujur.Yaitu jujur dalam berkata, berbuat, berumah tangga, hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Jujur itu fondasi dari segala keutamaan.
Berbahagialah sebuah keluarga yang semua anggotanya terdiri atas orang-orang jujur. Berbahagialah bangsa yang semua pemimpin dan rakyatnya terdiri atas orang-orang jujur.
Dalam ajaran Islam, jujur itu merupakan akhlak utama yang harus dimiliki seorang muslim (juga muslimah). Kejujuran seringkali menjadi barang langka. Orang jujur menjadi orang yang aneh dan terasing. Praktek-praktek ketidakjujuran sudah merasuk kepada hampir setiap aspek kehidupan, merambah kepada hampir setiap lapisan. Bicara dusta, berjanji palsu, mendapat amanat khianat, sudah menjadi hal yang biasa dan terjadi di mana-mana.

Kita perlu menyegarkan kembali iman dan Islam kita tentang betapa pentingnya kejujuran. Kita tidak boleh lupa dan tidak boleh melupakan kejujuran adalah esensi penting dari ajaran Islam. Hidup jujur adalah hidupnya seorang muslim. Potret seorang muslim itu adalah jujur. Masyarakat yang islami itu masyarakat yang jujur. Masyarakat jujur akan mendapatkan berkat dari Allah.

Kita semua wajib turut berperan serta membangun budaya jujur di mana pun kita berada. Kita wajib jujur dan wajib mengajak orang lain supaya jujur dan menegakkan kejujuran. Kita wajib memberi contoh kepada orang lain agar membiasakan hidup jujur dan berani mengajak orang lain agar berbuat jujur. Kita wajib meninggalkan ketidakjujuran dan kita wajib mencegah atau melarang orang lain bertindak tidak jujur dan menghapuskan ketidakjujuran.

Berbahagialah sebuah keluarga yang semua anggotanya terdiri atas orang-orang jujur. Berbahagialah bangsa yang semua pemimpin dan rakyatnya terdiri atas orang-orang jujur. [ ]

Artikel Terkait


Materi Dakwah atau Ceramah Tema Kemerdekaan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email