01 Juni 2015

Kisah Hidup Pemilik Rumah Tahfidz : Ade Hery

Pembaca ada beberapa artikel tentang hafidz di Alquran Syaamil baik itu profil maupun keutamaannya. Begitu pun dengan kali ini, kembali kami hadirkan sebuah kisah inspiratif; Kisah Hidup Pemilik Rumah Tahfidz : Ade Hery. Siapakah dia?

Ade Hery. Siapakah dia?
Ade Hery. Siapakah dia?
Di medio 2005, insya Allah pembaca ingat dengan sebuah acara reality show di salah satu stasiun televisi yang berjudul Penghuni Terakhir yang disingkat Petir. Salah satu peserta yang berhasil memegang kunci (memenangkan rumah 1 milyar) adalah Ade Hery walaupun pada akhirnya harus tersingkir dalam persaingan di babak-babak akhir. Nah, Ade Hery ini adalah ayah dari Muhammad Akbar Hasyim Rifa'i.

Kepada kami, Ade Hery menceritakan perjalanan kisahnya yang melatar belakangi kehidupannya pada saat ini (2015). Ada yang menjadi pelecut kenapa dirinya memutar drastis kehidupannya padahal kesempatan menjadi artis setelah wajahnya sering tampil di layar kaca sangat besar. Menurut bapak yang murah senyum ini, dirinya telah menjadi tenaga pendidikan selama belasan tahun tapi telah lama berhenti dan lebih memilih untuk fokus mengurus pondok pesantren. Kami heran apa maksudnya memilih berhenti menjadi karyawan? Bapak yang sudah mengantongi gelar S2 ini pun mulai bercerita. 

Suatu hari anaknya yang bernama Muhammad Akbar Hasyim Rifa'i pada saat duduk di kelas 5 SD memilih untuk menjadi santri di sebuah pesantren di Bandung. Sebagai seorang ayah, dirinya merasa 'ditampar', takdisangka-sangka anaknya memiliki cita-cita luhur seperti itu. Tetapi dapat uang darimana untuk membiayai anak pesantren di Daarul Quran Bandung? Bila mengandalkan dari gaji tidaklah cukup. Di sinilah awal eks pemegang kunci petir - acara di ANTV memutar otak dan memilih untuk berwiraswasta dengan harapan berpenghasilan lebih besar dan bisa menutup biaya anaknya menjadi santri.

Bermodalkan skill mampu mengoperasikan progam CorelDraw dan Adobe Photoshop, Ade Hery pun memasarkan dirinya sebagai desainer grafis. Usaha jasa inipun dijalaninya dengan niat baik; mengumpulkan biaya sebesar Rp37.500.000,- (tiga puluh tujuh setengah juta rupiah); 35 juta untuk biaya pendaftaran, 2,5 untuk SPP. Allah Maha Penolong, tidak lama dari buka jasa desain grafis, dirinya mendapatkan klien yang terbilang bonafide. Salah satu perusahaan sepatu produk lokal terbesar di Bandung memintanya untuk dibuatkan sejumlah rancangan sekaligus cetakannya. Dari pekerjaan itu, biaya memondokkan anakpun terpenuhi bahkan masih ada sisa keuntungan hingga belasan juta rupiah ... Subhanallah! 
"Waktos abdi kaluar ngajar, ujian nu dipayunan kedah mayar biaya masantren pun anak 35 jt tea, mung tiasa 50% heula. Subhanallooh abdi mendak order ngadisain oge nyetak buku katalog ti toko sepatu, 10 rb eksemplar, nu bati na 17,5 jt atanapi 50% tina 35 jt." ungkap Ade Hery dalam bahasa Sunda kepada kami.
(Saat saya memutuskan berhenti dari menjadi guru, ujian yang harus dihadapi adalah biaya daftar pesantren anak yang harus dibayar sebesar 35 juta dan minimal uang muka 50%. Subhanallah, saya mendapat order mencetak buku katalog dari toko sepatu sebanyak 10 ribu eks. Yang untungnya sebesar 17,5 juta atau setara dengan 50% dari 35 juta yang harus dipenuhi.)
Dalam menjalani aktifitas sehari-hari, takjarang pemilik Rumah Tahfidz Qur'an BANI HASYIM AL AYDARUS ini seringkali mengunjungi Daarul Quran guna menjenguk sang buah hati. Dari sini Ade kerap berjumpa dengan Yusuf Mansur (YM), bahkan takjarang dirinya menjadi pembawa acara (MC) pada beberapa event tausyiah YM. Mengetahui dirinya tengah menimba ilmu S2 di UPI, dan publik figur pasca acara PETIR di ANTV, YM pun mengajaknya untuk menjadi bagian dari Ponpes Daarul Quran.

Saat YM berkunjung ke Rumah Tahfidz milik Ade Hery
Saat YM berkunjung ke Rumah Tahfidz milik Ade Hery
Pada 2010, Ade Hery pun mengabdi di Daarul Quran, seiring itu pula dirinya disarankan untuk membangun Rumah Tahfidz. Merasa dapat dukungan kuat dari YM, Rumah Tahfidz pun didirikannya. 

"Alhamdulillah, dari yang semula hanya 20 orang santri, yang terdiri dari anak-anak yatim dan dluafa kini (2015-red), sudah mencapai 300 orang, semuanya gratis. Tidak ada biaya sepeserpun ..." ujar Ade Hery dengan penuh syukur.

Di awal menjalankan Rumah Tahfidz, pernah juga Ade Hery merasa minder, "Menggalang sumbangan seolah-olah menjadi seorang pengemis yang meminta-minta kepada orang lain. Tapi berkat penguatan dari Yusuf Mansur bahwa, 'justru kita menyelamatkan mereka yang bersedekah, hartanya kita bersihkan,' akhirnya saya semakin percaya diri dalam menjalankan aktifitas penggalangan dana atau mencari donatur bagi Rumah Tahfidz ini."

Yang mendasari Ade Hery dalam membebaskan biaya belajar dan menjadi santri di Rumah Tahfidz, sebab anaknya, Muhammad Akbar sejak semula hingga kini duduk di kelas 2 Aliyah Ponpes Alfalah Nagreg, Bandung Timur pun bebas dari biaya karena mendapat bea siswa dari kemampuan menjaga hafalan (tahfidz) Alquran lebih dari 15 juz (saat wawancara akan diwisuda hafidz 20 juz [30/5]). Tentu saja hal ini membahagiakan Ade Hery dan istri; Syarifah Aliyah Alaydarus.

Syarifah Aliyah Alaydarus (Kanan)
dengan sang buah hati yang membanggakan; Muhammad Akbar Hasyim Rifa'i

"Banyak sekali keajaiban yang dialami dari sisi finansial setelah mencintai anak dluafa dan anak yatim. Apalagi saat ini anak asuh kami mencapai 300 orang." tegas Ade Hery. 

Itulah sepenggal Kisah Hidup Pemilik Rumah Tahfidz Qur'an Bani Hasyim Al Aydarus. Masih ada beberapa pesan singkat yang diamanatkan oleh Ade Hery kepada kami. Seperti mohon bantuan doa anaknya yang akan wisuda hafidz 20 juz dalam waktu dekat ini. 

Para santriwan dan santriwati, mereka rata-rata anak dluafa dan yatim.
Juga dalam rangka program ibadah di bulan Ramadhan, dirinya berpesan seperti berikut ini.
Assalaamu 'alaikum, kang Ade Truna dan pembaca Alquran Syaamil apa kabar? Mangga, barangkali ada yang berniat menitipkan Sedekah Tajil untuk 300 santri penghafal Qur'an di Rumah Tahfidz Qur'an Bani Hasyim Al Aydarus. Insya Alloh berkah Romadhon, jazakumullooh khairon katsiron ...
Kegiatan outing Rumah Tahfidz- dalam rangka menjalin keaakraban


Profil Singkat:
Nama Ponpes: Rumah Tahfidz Qur'an Bani Hasyim Al Aydarus 
Jumlah santri: 300 orang 
Usia santri: 3 - 23 tahun

Alamat:  
Jl. Jaksa No. 32 RT. 05/RW. 02, 
Kelurahan Pungkur, Kecamatan Regol 
Kota Bandung 40252 

BACA JUGA: Keutamaan Sedekah Menurut Alquran dan Alhadits

Artikel Terkait


Kisah Hidup Pemilik Rumah Tahfidz : Ade Hery
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email