01 Mei 2015

6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian

Dari Abi Abdillah (Zubair) bin Awwam Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. [HR Bukhari, no. 1471].
Kemandirian sejatinya memiliki makna yang sangat luas sebab bergantung kepada konteksnya. Sebut saja; kemandirian finansial, kemandirian belajar, kemandirian pekerjaan dan lain-lain. Ada pula jargon kemampuan membuat keputusan secara mandiri (self assurance). Esensinya Mandiri merupakan nilai yang positif bagi pergaulan manusia.

6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian
6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian

Di dunia akademik, untuk membangun karakteristik kemandirian terdapat 3 istilah lain yang populer diketahui oleh masyarakat. Ketiganya berkaitan dengan kemandirian belajar; self regulated learning (SRL), self regulated thinking (SRT), dan self directed learning (SDL)

Ada beberapa kesamaan karakteristik yang termuat di dalam ketiga istilah tersebut, semisal termuatnya proses perancangan dan pemantauan proses kognitif dan afektif ketika seseorang menyelesaikan tugas akademiknya. Tentu saja proses kemandirian belajar pada tiap tahap perkembangan manusia akan berbeda, semenjak di dalam kandungan sampai dia dewasa.Definisi operasional kemandirian dapat dicirikan ke dalam 6 ciri. 

Inilah 6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian.
  1. Mempunyai rujukan nilai yang diyakini kebenarannya,
  2. Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam koridor nilai,
  3. Memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya,
  4. Bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dan dihasilkannya,
  5. Mempunyai kemampuan menjaga stabilitas emosi,
  6. Mengetahui kekuatan atau bakat dalam dirinya yang selanjutnya dapat mengembangkannya sebagai kemampuan profesional.
Merujuk pada beberapa aspek di atas, berarti kemandirian merupakan suatu sikap yang diperoleh secara akumulatif selama perkembangan hidupnya. Bahkan sejak dilahirkan sebagai manusia, sejak keluar dari kandungan sudah dilatih untuk mandiri. Sebab itulah, seseorang agar memiliki kepribadian dengan nilai kemandirian yang kuat memerlukan seseorang yang berperan utama membentuk dasar-dasar kemandirian, yaitu sosok ibu.

Dalam arti terbatas, kemandirian memiliki ruang lingkup makna seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mendapatkan penghasilan sendiri dan tidak tergantung pada pemberian orang lain secara jangka panjang. Misal; pemberian orangtua, saudara atau teman-temannya.

Dalam arti mendasar, kemandirian memiliki ruang lingkup makna kemampuan membentuk kinerja (performance character), di mana seseorang yang memiliki karakter senantiasa membangun kinerja seperti "berorientasi pada penguasaan profesi'. Kualifikasi pribadi yang termasuk dalam kemandirian seperti ini taksaja memiliki ketekunan dan etos kerja yang kuat, namun pribadi tersebut memiliki sikap positif, kecerdikan, dan kedisiplinan diri. Karakteristik seperti ini memiliki peluang besar sebagai pribadi unggulan.

Selain itu, pribadi dengan etos kerja yang kuat juga memiliki kemampuan menjaga kinerja moral (moral character), yang takterbatas pada kejujuran, integritas, keadilan, kepedulian, dan rasa hormat ditambah lagi dengan kemampuan kerjasama agar sukses hubungan antar pribadi serta mampu berperilaku etis.

Itulah sekilas tentang 6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian yang insya Allah bisa dibangun untuk kepentingan pribadi kita agar bisa menjadi pribadi yang unggul dan mampu bekerjasama dengan orang lain di lingkungan sosial masyarakat.

--
Sumber: Rubrik Resonansi Majalah Nuansa Persada (April 2015)



Artikel Terkait


6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email