10 Oktober 2014

[Renungan] Belajar dari Seorang Buta

Αda seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

[Renungan] Belajar dari Seorang Buta
[Renungan] Belajar dari Seorang Buta


Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"

Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan".

Dengan heran pria itu bertanya lagi, "Tetapi bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak bisa melihat, orang lain bisa melihatnya.

Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya".

Hikmah yang dapat kita petik:
Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri. Kita diingatkan untuk tidak bosan berbuat baik karena dengan berbuat baik Ini kehidupan kita akan penuh dengan keberberkahan dan rahmat dari Allah swt. Tetapi sayang terkadang rahasia kehidupan seperti ini tidak terlihat bagi orang-orang yang egois dan kikir serta yang hanya melakukan sesuatu berdasarkan apa yang untung bagi diri sendiri saja.
”APA YANG KITA LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI KEPADA DIRI KITA”

و ما جزاء الاحسان الا الاحسان
Semoga seluruh Aktifitas kita selalu diberkahi Allah SWT, Aamiin . . .

Sumber: Intan Ratnagalih via Whatsapp

Artikel Terkait


[Renungan] Belajar dari Seorang Buta
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email