04 Januari 2014

ASPEK RUHIYYAH DARI PUASA

Bismillah ...
Inilah petikan artikel dengan judul, ASPEK RUHIYYAH DARI PUASA yang merupakan salah satu artikel yang terkumpul di Materi Tarbiyah nama akun di Facebook.

ASPEK RUHIYYAH DARI PUASA


Berikut ini ASPEK RUHIYYAH DARI PUASA selengkapnya....

Ust. Nabil Fuad Almusawwa

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 183 :

• "Wahai orang2 yang beriman" : Ini merupakan panggilan dari Yang Maha Tinggi, untuk kita seluruh kaum beriman, para sahabat jika dipanggil dg panggilan ini maka mereka segera memenuhinya (lihat juga sabab nuzul QS al-Bayyinah/98).
• "Telah diwajibkan atasmu" : Yaitu kewajiban yang ditegaskan melalui ayat al-Qur’an, hadits2 shahih serta ijma’ para ulama.
• "Sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum kalian" : Puasa kita adalah puasa yg paling ringan, coba lihat puasanya Nabi Zakariyya as atau Maryam as yaitu dengan tambahan tidak boleh berbicara (QS Maryam, 19:10, 26), puasanya Thaluth dengan berbuka hanya dengan seteguk air (QS al-Baqarah, 2:249), puasa Daud dengan sehari puasa sehari berbuka sepanjang masa (lihat kitab Riyadhus Shalihin), bahkan banyak binatang2 yg juga berpuasa (kepompong, beruang), atau juga tumbuhan (di musim salju).
• "Mudah2 an kalian bertaqwa" : Setiap amal Islam pasti ada faidahnya (Shalat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, zakat untuk membersihkan dan mensucikan, hajji agar tidak berbuat dan berkata keji).

MANFAAT PUASA :

1. Menghindarkan diri dari maksiat (Man lam yada’ qaula zur.., HR Bukhari).
2. Benteng dari syahwat (As-shaumu junnah.., HR Muttafaq ‘alaih).
3. Agar tubuh menjadi sehat (Shumu tashihhu, HR Tirmidzi).
4. Melatih keikhlasan (kullu ‘amali ‘bni Adama lahu.., HR Muttafaq ‘alaih; Man shama Ramadhana imanan.., HR Muttafaq ‘alaih).
5. Mendapatkan ridha Allah (..illa shiyam fainnahu li wa ana ajzi bihi, HR Muttafaq ‘alaih).

URGENSI SHAUM DALAM PENSUCIAN JIWA :

1. Mempersempit jalan masuk syetan dengan mengurangi syahwat perut. Dalam hadits : Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam tubuh bani Adam seperti mengalirnya darah, maka persempitlah ia dengan banyak shaum … (HR Muttafaq ‘alaih).
2. Melatih jiwa untuk bersifat sabar. Hadits : Puasa itu setengah dari sifat sabar (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).
3. Sarana untuk mencapai derajat taqwa. Firman-Nya : …la’allakum tattaqun (QS 2/183), dan bertaqwa sama artinya dengan tazkiyyah nafs, lihat QS 91/7-10 (wa nafsin wama sawwaha …).

RAHASIA PUASA DAN SYARAT2 BATIN DIDALAMNYA :

Tingkatan2 puasa :
1. Puasa orang awam : Menahan perut dan bawah perut dari syahwat.
2. Puasa khusus : Menahan pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan seluruh anggota badan dari perbuatan dosa.
3. Puasa sempurna : Menahan hati dari perbuatan dosa dan pemikiran duniawi dan mengarahkannya hanya kepada Allah semata.

Puasa khusus adalah puasa orang2 yang shalih, yaitu dengan melakukan :

1. Menahan pandangan dan menjaganya dari sembarangan memandang hal yang dilarang, dan dari segala sesuatu yang melalaikan hati dari dzikrullah. Hadits : "Sekali memandang itu adalah satu anak panah dari anak2 panah Iblis, maka barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberinya manisnya keimanan yang dapat ia rasakan dalam hatinya." (HR al-Hakim dan shahih isnad-nya).
2. Menjaga lidah dari berkata kotor, berdusta, menggunjing, mengadu domba, berkata keji, menyindir, marah, bergurau yang mengandung dosa dan memperbanyak diam serta menyibukkannya dengan dzikrullah dan membaca al-Qur’an. Hadits : "Puasa itu benteng, maka jika salah seorang diantaramu berpuasa janganlah ia berkata kotor atau menipu dan jika ada yang mengajaknya berkelahi atau mencacinya, maka katakanlah : Saya sedang berpuasa! Saya sedang berpuasa!" (HR Bukhari dan Muslim).
3. Menjaga pendengaran dari segala sesuatu yang dilarang, karena segala sesuatu yang dilarang mengucapkannya maka dilarang pula mendengarkan-nya, karena itulah Allah SWT menyamakan antara mendengarkan berita bohong (pekerjaan telinga) dengan memakan harta yang haram (pekerjaan mulut) dalam firman-Nya :" Mereka itu suka mendengarkan berita bohong dan memakan harta yang haram …" (QS 5/42).
4. Menahan semua anggota badan dari dosa, baik tangan, kaki, perut, dari segala yang syubhat apalagi yang haram. Karena tiada artinya berpuasa dari makanan yang halal kemudian berbuka dengan yang syubhat apalagi yang haram. Makanan yang haram itu merusak agama seseorang, sementara makanan yang halal memberikan manfaat tetapi juga ada bahayanya, maka diperintahkan untuk berpuasa. Hadits nabi SAW : "Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tiada mendapatkan apa2 dari puasanya kecuali sekadar lapar dan haus saja." (HR an-Nasa’I dan Ibnu Majah).
5. Agar tidak makan berlebihan pada saat berbuka, karena ruh dari puasa serta rahasianya adalah melemahkan kekuatan syetan yang mengarahkannya kepada keburukan. Dan tidak akan tercapai hal tersebut kecuali dengan menyedikitkan memakan makanan yang biasa dimakannya saat tidak berpuasa. Termasuk juga menyedikitkan tidur siang supaya fisik benar2 merasakan dampak puasa tersebut (lapar, haus, lemah) sehingga akan melembutkan juga hati kita.
6. Agar hati pada saat berbuka berada pada kondisi antara harap dan takut, demikian pula pada seusai melakukan ibadah di bulan ini. Hadits nabi SAW : "Jika seorang mu’min mengetahui hukuman yang disediakan Allah SWT, maka mereka takkan sempat mengharapkan jannah. Dan seandainya seorang kafir mengetahui ampunan yang disediakan Allah SWT, maka mereka takkan putus asa atas rahmat dan ampunan Allah SWT" (HR Muslim).

PUASA ADALAH BULAN PRODUKTIFITAS :

Berbagai prestasi gemilang yang dicapai kaum muslimin di bulan Ramadhan :

1. Terjadinya perang pertama melawan kaum musyrikin (perang Badr) pada bulan Ramadhan, tahun ke-2 Hijrah. Yang dimenangkan oleh kaum muslimin dan Allah membantu kaum muslimin dengan menurunkan hujan dan rasa kantuk untuk menentramkan hati kaum muslimin serta menurunkan bala bantuan 1000 malaikat yang turun susul-menyusul (lihat QS al-Anfal).
2. Terjadinya penaklukan Makkah di bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijrah. Yang Allah menamakannya dengan kemenangan yang nyata (fathun mubin) dalam al-Qur’an (lihat QS al-Fath).
3. Penaklukan kota Tha’if di bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijrah. Penduduk Tha’if kekuatannya sama dengan musyrikin Quraisy, demikian pula ketinggian derajatnya dikalangan masyarakat jazirah Arab.
4. Perang Tabuk di bulan Ramadhan tahun ke-9 Hijrah. Melawan pasukan Byzantium (Romawi Timur) di Barat.
5. Penaklukan negeri Yaman di bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijrah.

AMAL SHALIH YANG HENDAKNYA DIPERBANYAK SAAT PUASA :

1. Qiyamu lail (..man qama ramadhana, HR Muttafaq ‘alaih).
2. Shadaqah (..faman tathawwa’a khairan, QS 2/184; ..kana rasulallahi ajwadan nas, HR Tirmidzi).
3. Memberi makanan (..wa yuth’imunat tha’ama ‘ala hubbihi, QS al-Insan).
4. Tilawah al-Qur’an (..alladzi unzila fihil qur’ana, QS 2/185).
5. Banyak berdo’a (..wa idza sa’alaka ‘ibadi ‘anni, QS 2/186).
6. Al-I’tikaf (..wala tubasyiruhunna wa antum ‘akifuna, QS 2/183).

Allahumma laka shumtu, wa’ala rizqika afthartu …



Materi Tarbiyah

Semoga apa yang disampaikan bjsa menjadi wejangan bagi kita semua.

---
Sumber: /notes/materi-tarbiyah/aspek-ruhiyyah-dari-puasa/148894131794403

Artikel Terkait


ASPEK RUHIYYAH DARI PUASA
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email