16 Desember 2013

Syair Syafi'i Tentang Merantau

Di dalam halaman Facebook-nya, Felix Siauw mengakui lewat tulisan bahwa dirinya adalah penulis | pengemban dakwah | re-establishment of Syariah-Khilafah | membaca untuk menulis, mendengar untuk menyampaikan | berharap berbagi surga bersama syuhada.


Catatan Felix Siauw di Facebook


Portal ini sengaja menyajikan semua catatan (notes) dari Felix Siauw. Berikut ini salah satu rangkaian dari Catatan Felix Siauw di Facebook.


ما في المقامِ لذي عقلٍ وذي أدبِ مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِبِ
سافر تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ وَانْصِبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
إني رأيتُ وقوفَ الماء يفسدهُ إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
والأسدُ لولا فراقُ الأرض ما افترست
والسَّهمُ لولا فراقُ القوسِ لم يُصِبِ
والشمس لو وقفت في الفلكِ دائمة ً لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ
والتَّبْرَ كالتُّرْبَ مُلْقَىً في أَمَاكِنِهِ والعودُ في أرضه نوعً من الحطب
فإن تغرَّب هذا عزَّ مطلبهُ وإنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كالذَّهَبِ

01. tidaklah berdiam di tempatnya orang2 berakal dan beradab, dari rehatnya dia berpisah dan dari negerinya dia mengasingkan diri

02. berpergianlah, akan kau temukan pengganti yang telah engkau tinggalkan, berusahalah, sungguh kenikmatan hidup ada pada kerasnya usaha

03. sungguh aku melihat diamnya air merusakkannya, bila bergerak ia jernih, bila tak mengalir maka ia tak menyehatkan

04. dan singa yang tak tinggalkan sarangnya takkan memangsa, dan panah yang tak terlepas dari busurnya takkan mengena

05. dan matahari yang bertetap pada peredarannya, tentu akan menjemukan manusia, baik dari ajam maupun arab

06. dan biji emas tak ada bedanya dengan biji tanah saat tercampur di tempatnya, kayu gaharu terserak di tanah pun serupa dengan kayu bakar

07. bila kau pisahkan biji emas dari tanah, maka mulia dia dan dicari, bila kau pisahkan kayu gaharu dari kayu bakar, ia akan seharga emas

08. barusan sy twet adl syairnya imam syafi'i tentang hijrah dan rihlah, merantau dari kampung halaman bila jumud dan ingin kemajuan

09. bagi laki-laki, sepantasnya mereka menimba ilmu dengan serius, berpisah dari tanah kelahiran sehingga dapat berguna

10. imam syafi'i sendiri bepergian dalam jumlah yg banyak, belajar bahasa arab sama bani hudzail selama 16 tahun, padahal beliau org arab

11. kunci yang diberikan imam syafi'i dalam syair tadi adl jangan henti bergerak, karena ciri kebaikan, kejernihan dan ciri hidup adl gerak

12. imam syafi'i juga berpesan jangan berpuas diri, tinggalkan comfort zone untuk mendapatkan ganti yang lebih baik, terus dan terus

13. terakhir dlm syair ini, imam syafi'i juga berpesan, bahwa seorang yang baik harus dipisahkan sama yg kurang baik, maka dia akan berharga

14. subhanallah, saat menulis MAF1453, sy menemukan bahwa ulama2 dan panglima2 serta ksatria2 Islam menggemari sastra dan syair, kita? :)

15. insya Allah sy akan twet syair2 lain dari pujangga dan ulama serta ksatria2 Islam kedepannya, semoga Allah memberi manfaat padanya :)

follow @felixsiauw on twitter for more.. :)



Itulah, Syair Syafi'i Tentang Merantau sebuah catatan milik Felix Siauw - Mudah-mudahan penjelasan beliau bisa meresap ke dalam sanubari pembaca dan bisa memberikan manfaat dan pencerahan.

Sumber: /notes/ustadz-felix-siauw/syair-syafii-tentang-merantau/10150655989131351

Artikel Terkait


Syair Syafi'i Tentang Merantau
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email