05 November 2013

Sejarah dan Perkembangan Islam di Madrid Spanyol

Sejarah dan Perkembangan Islam di Madrid Spanyol - Berbicara mengenai Sejarah dan Perkembangan Islam di Madrid Spanyol, pembaca akan diajak untuk mengenali lebih detil tentang latar belakang penamaan salah satu kotanya, Madrid. Pasalnya, di kota Madrid lah cikal bakal Islam di Eropa bermula.


Sejarah dan Perkembangan Islam di Madrid Spanyol

Di Madrid, Islam berkembang berabad-abad yang silam. Sayangnya, hari ini peninggalan Islam di Madrid hampir takberjejak. Karena itulah dalam segmen perjalanan yang terdapat di majalah Noor menyebutkan judul, “Madrid: Sejarah Islam yang Hilang”. Dalam artikelnya, disebutkan, Madrid merupakan ibukota Spanyol. Nama Madrid dikenal oleh masyarakat dunia sebab klub sepakbola, yaitu Real Madrid. Setelah kota London dan Berlin, dunia mengakui Madrid adalah kota terbesar ketiga di dunia.

Walaupun masyarakat kota Madrid meyakini bahwa sejarah kotanya sudah ada semenjak zaman pra-sejarah, namun tidak jarang yang tidak memahami bahwa pemberian nama kota terbesar di Spanyol ini adalah seorang muslim. Adalah Cordoba Muhammad I – seorang Amir kerajaan Islam saat itu.

Asal-Usul nama Madrid

Nama Madrid berasal dari bahasa Arab, “Al Majrit” yang berarti sumber air atau tempat air memancar, atau sumber saluran air. Alasan dinamai Al Majrit, sebab istana yang dibangun oleh Muhammad I berdekatan dengan sungai sebagai sumber air utama masyarakat kota saat itu yang bernama Manzanares. Pada umumnya masyarakat muslim saat itu menyebut Manzanares dengan Al Majrit. Lantas, nama Al Majrit pun menjadi ejaan moderen di kota tersebut dan hingga saat ini populer dengan Madrid.

Pada masa kekuasaan Muhammad I, kota Madrid pernah dikembangkan dan salah satunya adalah benteng pertahanan di bukit tepi sungai sebelah kiri sungai Manzanares. Benteng yang dibangunnya terkenal kokoh dan mampu melindungi masyarakat Madrid. Selain membangun benteng pertahanan, sang amir pun membangun sebuah istanan kecil yang sekarang ditempati oleh Real Palacio. Istana kecil ini memiliki benteng yang bernama al-Mudayna.

Saat Madrid dikuasai oleh pemimpinnya yang seorang muslim, saat itu laju perekonomian kotanya terbilang sangat pesat. Walaupun hanya kota kecil, Madrid memiliki sektor perindustrian yang baik, saat itu terdapat industri pembuatan sepatu bersol gabus yang dikembangkan oleh masyarakat Romawi. Selain itu Madrid tempo dulu terkenal dengan perdagangan kayu oak.

Peninggalan lain dari kota Madrid di bawah pemerintahan Islam adalah adanya penggunaan qanat. Yaitu sebuah terowongan bawah tanah yang berfungsi sebagai irigasi. Selain itu, di kota Madrid terdapat tempat stok air yang distribusinya merata ke seluruh wilayah kota.

Kekuasaan Islam di kota Madrid takbertahan lama, pada tahun 1085, kekuasaan Islam di Madrid melemah. Benteng Islam di Andalusia (Spanyol) akhirnya direbut oleh Alfonso VI Castila. Oleh karena perebutan kekuasaan inilah, raja Alfonso mengubah beberapa masjid di Madrid menjadi gereja dan pada 1329, kota Madrid benar-benar berubah menjadi kota Kristiani.

Artikel Terkait


Sejarah dan Perkembangan Islam di Madrid Spanyol
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email