14 Oktober 2013

16 Kaidah Dasar yang Bernilai Bagi Seorang Tahfidz

Menghafalkan Alquran merupakan praktek ibadah yang tepat guna menyibukkan setiap individu dalam negisi hari-hari setiap waktu. Menghafal Alquran tidak saja bisa dilakukan oleh seorang anak seperti Alvin Firmansyah, Sharifudin Khalifa atau Muhammad latief Busro saja. Kita pun sepanjang dalam urusan mencari ridho Allah, mendekatkan diri kita kepada Allah, saat menghafalkan Alquran akan merasakan keuntungannya. namun idealnya memang semenjak cilik setiap muslim berusaha menjadi hafidz quran yang diawali dengan menghafal surat-surat pendek (Baca: Tips Menghafal Alquran Surat-Surat Pendek).
hafidz Quran Palestina tengah berusaha menghafal alquran
hafidz Quran Palestina tengah berusaha menghafal alquran
Kelak, di hari hisaban, setiap orang yang menghafalkan Alquran serta mampu menjaganya akan memperoleh “keuntungan yang besar” di saat semua makhluk tidak ada yang bisa mengelak, Alquran memberikan pertolongan berupa syafa’at kepada ahlinya (penghafal/pembacanya), sesuai dengan apa yang disampaikan yang oleh Imam Ahmad tentang keutamaan Alquran dalam “Kitabul Fadhoilul Qur’an”.
  1. Tetap Menjaga niat murni karena Allah.
  2. Bertaqwa kepada Allah.
  3. Berakhlaqul Karimah (akhlaknya Ahli Quran).
  4. Mempersungguh dalam berdo’a dan melaksanakan sholat hifdhi, dengan semakin banyak berdoa; akan semakin mustajab doa-nya dikabulkan Allah,
  5. Tetap optimis dan konsisten (istiqomah) dalam menjalankan metode menghafal Alquran.
  6. Ikhlas dan ridha menyisihkan sebagian waktu untuk Alquran,
  7. Tetap mempersungguh serta menjauhi sifat malas serta menyia-nyiakan waktu.
  8. Menghafal dengan menggunakan 1 (satu) jenis mushaf Alquran, maksudnya halaman, tulisan, letak serta posisi ayat mushaf sama,
  9. Manqul membaca Alquran kepada ahli qiroat atau hafidz alquran,
  10. Memulai hafalan Alquran mulai dari surat An Nas hingga Al Baqarah, tujuannya agar lebih mudah saat menghafal.
  11. Selalu membatasi jumlah hafalan, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kemampuan serta dilakukan dengan berkesinambungan (maksimal 2 (dua) halaman per hari, tujuannya agar mudah me-muroja’ah-nya, menjaganya dan mamantapkannya yang pada akhirnya surat hafalan semakin kuat. (Muroja’ah artinya mengulang-ulang alias menderes hafalan yang sudah dimiliki),
  12. Berusaha pula hafalan arti dan keterangan setiap target hafalan dalam sehari, paling tidak penghafa mengerti secara utuh arti ayat yang dihafalkan,
  13. Tetap berusaha membaca dengan benar saat menghafal; baik hurufnya, tajwidnya, maupun makhrojul hurufnya,
  14. Memperdengarkan setiap surat yang dihafalkan kepada guru atau hafidz yang lain, atau juga kepada teman,
  15. Selalu mementingkan muroja’ah sebelum menambah hafalan, 
  16. Merasa tidak cukup dengan waktu menghafal sesuai dengan jadwal, di saat senggang pun, atau ketika sholat sunnah tetap berusaha menghafal.
Itulah 16 kaidah dasar yang bernilai bagi setiap muslim yang berniat untuk menghafalkan alquran atau menjadi seorang hafidz. Mudah-mudahan setiap niat baik hamba-Nya allah memberikah keberkahan dan kelancaran, amin :)

Artikel Terkait


16 Kaidah Dasar yang Bernilai Bagi Seorang Tahfidz
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email