03 Agustus 2013

Sekilas tentang Jazirah Arab di Masa Lalu

Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. Maka jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah (Muhammad), 'Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.'” (QS At-Taubah, 9: 128-129)


Luas Jazirah Arab kurang lebih 3,1 juta km2 terbentang di antara Benua Asia dan Afrika. Lebih dari sepertiga wilayahnya terdiri dari padang pasir yang tandus dan kering. Jazirah Arab membentang dari selatan ke arah utara; gunung-gunung batu yang tinggi; dan lembah-lembah yang kadang berair dan kadang kering. Tidak ada sungai yang mengalir. Jazirah Arab dahulu terbagi menjadi delapan kawasan:

  1. Hijaz, terletak di tepian Laut Merah sebelah tenggara. Wilayah ini paling penting karena terdapat Ka’bah. 
  2. Yaman, berada di sebelah kanan Ka’bah. Di selatan Yaman terdapat Samudra Hindia. 
  3. Hadramaut, terletak di tepi Samudra Hindia, sebelah timur Yaman. 
  4. Muhrah, terletak di sebelah timur dari Hadramaut. 
  5. Oman, terletak di sebelah utara bersambung dengan Teluk Persia. 
  6. Al Hasa', terletak di Pantai Teluk Persia dan panjangnya sampai ke tepian Sungai Eufrat. 
  7. Nejed, terletak di antara Hijaz dan Yamamah, tanahnya datar dan luas, di sebelah utara bersambung dengan Syam, di timur dengan Irak. 
  8. Ahqaf, terletak di selatan, sebelah barat daya Oman.

Arab artinya padang pasir, tandus, dan gersang. Arab menjadi sebutan bagi masyarakat di Jazirah Arab yang dibatasi Laut Merah dan Gurun Sinai di sebelah barat, di sebelah timur dibatasi Teluk Arab dan sebagian besar negara Irak bagian selatan, di sebelah selatan dibatasi Laut Arab yang bersambung dengan Lautan
India, dan di sebelah utara dibatasi negeri Syam dan sebagian kecil dari negara Irak.

Luas negeri Arab membentang antara 1.000.000 x 1.300.000 mil. Bangsa Arab terbagi menjadi tiga bagian
sebagai berikut.

  1. Arab Ba’idah: kaum-kaum Arab terdahulu yang sudah punah, seperti ‘Ad, Tsamud, Thasm, Judais, Imlaq, dan lain-lain.
  2. Arab Aribah: kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Ya’rib bin Yasyjub bin Qahthan, atau disebut pula Arab Qahthaniyah.
  3. Arab Musta’ribah. kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan Isma’il yang disebut pula Arab Adnaniyah. Agama Bangsa Arab Pada mulanya, bangsa Arab beragama tauhid, agama Nabi Ibrahim a.s. Lambat laun, karena adanya banyak faktor, keyakinan bangsa Arab beregeser hingga menganut agama animisme, pemuja berhala. Faktor terbesarnya adalah pengaruh ajaran-ajaran animisme dari Syam pada masa bani Khuza’ah berkuasa.

Kondisi Sosial Masyarakat Jahiliah di Arab di Masa Lalu
Kondisi sosial masyarakat jahiliah sangat rapuh. Kebodohan dan khurafat merajalela, hidup layaknya binatang ternak. Wanita diperlakukan seperti benda mati. Mereka sering berperang memperebutkan kekuasaan, harta, dan kehormatan suku.

Kondisi Ekonomi di Arab di Masa Lalu
Berniaga merupakan sarana terbesar mereka dalam menggapai kebutuhan hidup. Di sana terdapat pasar-pasar terkenal, seperti Ukazh, Dzil Majaz, Majinnah.

Kondisi Akhlak di Arab di Masa Lalu
Kehidupan nista, pelacuran, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan akal sehat dan perasaan menyebar luas. Di sisi lain, akhlak-akhlak terpuji yang lain juga terdapat pada mereka: kedermawanan, menepati janji, kekuatan tekad, lemah lembut, tenang, waspada, dan sederhana.

Artikel Terkait


Sekilas tentang Jazirah Arab di Masa Lalu
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email