03 Agustus 2013

Peta Wilayah Mekah Pada Masa Kecil Nabi saw.

Mekah Al Mukarramah, Al Qur’an menyebutnya dengan, 'Bakkah Mubarrakah', sebagaimana Allah berfirman, 'Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.'” (QS Ali ‘Imran, 3: 96)

Di Kota Arab, yang dahulunya lembah inilah, Rasulullah dilahirkan pada 571 M atau 12 Rabiulawal tahun Gajah. Mekah merupakan pusat kegiatan perdagangan dan peribadahan bangsa Arab dan sekitarnya. Di dalamnya, terdapat ka’bah.


Mekah terletak kira-kira 300 m di atas permukaan laut, di sebuah lembah kering yang dikelilingi gunung karang yang tandus. Panjang lembah ini dari barat ke timur sekitar 3 km dan dari utara ke selatan sekitar 1,5 km. Jarak dari Mekah ke Jeddah 74 km, ke Thaif 80 km, ke Madinah 498 km, ke Riyadh 990 km. Pada musim panas, cuaca mencapai 54 derajat celcius dan pada musim dingin mencapai 10 derajat celcius.

Muhammad: Kelahiran dan Masa sebelum Kenabian
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (nama aslinya Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya Amr) bin Abdul Manaf (nama aslinya Al Mughirah) bin Qushay (nama aslinya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr (julukannya adalah Quraisy yang kemudian suku ini dinisbatkan kepadanya) bin Malik bin Nadhar (nama aslinya Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya, Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Muhammad Lahir di Mekah, Senin 12 Rabiulawal tahun Gajah (20 atau 22 April 571 M). Sang kakek, Abdul Muthalib memilih nama “Muhammad”, nama yang belum dikenal di kalangan bangsa Arab. Semasa bayi, beliau disusui oleh Tsuwaibah, hamba sahaya Abu Lahab kemudian Halimah binti Abu Dzu’aib dari bani Sa’ad bin Bakr. Setelah peristiwa pembelahan dada, dia dikembalikan kepada Ibunda. Setelah Aminah, sang ibu, wafat, Abdul Muthalib mengasuhnya sampai usia 8 tahun.

Setelah sang kakek wafat, sang paman, Abu Thalib mengasuh Muhammad hingga beliau dewasa. Pada usia 12 tahun, Abu Thalib membawanya berdagang ke Syam. Setibanya di Bushra, beliau bertemu seorang rahib bernama Bahira dan diberi kabar ada tanda-tanda kenabian pada Muhammad. Abu Thalib diminta kembali ke Mekah demi keselamatan Muhammad dari ancaman para Ahli Kitab. Pada usia 15, Muhammad turut dalam Perang Fijar dan perjanjian Hilful Fudhul antara pihak Quraisy bersama Kinanah dengan pihak Qais Ailan bersama paman-pamannya.

Awal remaja, Muhammad biasa menggembalakan kambing di kalangan bani Sa’ad dan juga di Mekah dengan imbalan beberapa dinar. Usia 25, beliau berdagang ke Syam, menjalankan barang dagangan milik Khadijah. Dua bulan sesudah itu, beliau menikahi Khadijah, seorang wanita terhormat, kaya raya, cantik, dan dari keluarga terpandang yang berusia 40 tahun.

Pada usia 35 tahun, Muhammad digelari Al Amin, terpilih sebagai orang yang berhak meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya, menemukan solusi dari perselisihan hebat di antara kaum Quraisy.
-----
Seperti halnya, "Sekilas tentang Jazirah Arab di Masa Lalu", artikel tentang, "Peta Wilayah Mekah Pada Masa Kecil Nabi saw." kali ini, kami petik dari buku suplemen yang terdapat di dalam paket Alquran Miracle The Reference atau Miracle e-Pen The Guidance, produksi Syaamil Qur'an. Buku pelengkap ini bisa didapatkan secara gratis bila pembaca membeli produk alquran tersebut.

Pembaca .... Anda ingin mengetahui produksi Syaamil Quran secara lengkap? Lihat di sini

Artikel Terkait


Peta Wilayah Mekah Pada Masa Kecil Nabi saw.
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email