24 Agustus 2013

Materi Ceramah atau Khutbah Idul Adha

KHUTBAH IDUL ADHA - Taklama lagi umat Islam kembali merayakan Hari Raya, setelah kemarin Idul Fitri, selanjutnya umat Islam melaksanakan kurban pada setiap tanggal 10 Dzulhijah. Dan bagi pembaca yang tengah memerlukan materi ceramah atau khutbah Idul Adha. berikut ini salah satu contoh materinya.
lafadz takbir dan tahlil dan tahmid
Hadirin jamaah sholat ‘iedul-Adha yang berbahagia....

Puji syukur kita panjatkan kepada Alloh tuhan alam semesta, yang telah memberi hidayah iman dan Islam kepada kita semua sehingga kita semua bisa hadir di tempat ini dalam keadaan sehat sejahtera. Maka takbir, tahmid dan tahlil kita kumandangkan sejak kemarin sore sebagai ungkapan rasa syukur kita sebagaimana Alloh firmankan dalam surah al-Hajji ayat 37 : “litukabbirullooh ‘alaa maa hadaakum, wabasy-syiril-muhsiniin”, agar kalian bertakbir mengagungkan nama Alloh atas ni’mat hidayah yang telah Dia berikan pada kalian. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang selalu berbuat baik.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan para keluarganya, para sahabatnya dan sekalian pengikutnya sampai di akhir jaman. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang yang mendapatkan syafaat dari beliau di alam akhirat kelak. Aamien.

Hadirin jamaah sholat ‘iedul-Adha yang berbahagia....
Pada hari ini, setelah kita selesai sholat ‘ied dan khutbah ini, insya Alloh kita akan menyembelih qurban, sebagaimana diriwayatkan oleh shahabat Baro’ bin ‘Aazib dalam Shohoh Muslim bahwa Rasululloh s.a.w. bersabda : “Yang terlebih dahulu kita kerjakan pada hari ini adalah sholat ‘ied, kemudian kita akan pulang ke rumah untuk menyembelih qurban. Barangsiapa yang mengerjakan seperti itu berarti mencocoki sunnahku”.

Sedangkan dalam Shohih Al-Bukhori diriwayatkan tentang Rasululloh s.a.w. yang menyabdakan bahwa barangsiapa yang menyembelih qurban sebelum sholat ‘ied maka qurbannya tidak sah dan dianggap sebagai sembelihan biasa saja.

Lebih jauh tentang qurban Alloh berfirman : “Tidak akan sampai kepada Alloh dagingnya hewan qurban , tidak pula darahnya. Tetapi yang sampai kepada Alloh adalah ketaqwaan kalian”. (Surah al-Hajji ayat 37).

Sedangkan dalam surah Al-Maidah ayat 27 difirmankan : “innamaa yataqobbalullohu minal-muttaqien”, "Sesungguhnya Alloh hanya menerima qurban dari orang-orang yang bertaqwa." Maka marilah kita laksanakan qurban kita dengan dilandasi ketaqwaan, kita niatkan qurban kita semata-mata lillahi ta’ala, bukan untuk sekedar agar bisa pesta daging dan sebagainya.

Dalam rangka ketaqwaan ini maka sebanyak-banyak bagian dari daging qurban kita, kita shodaqohkan terutama untuk kaum fakir miskin dan dhuafa, sebagaimana firman Alloh : “fakuluu minhaa wa ath’imul-qooni’a wal-mu’tarr”, maka makanlah kalian sebagian dari daging qurban kalian dan berikanlah kepada orang lain baik yang minta maupun yang tidak minta.

Lebih jelas Rosululloh s.a.w. menyabdakan : “iddakhiruts-tsuluts wa tashoddaq bimaa baqiya”, "Simpanlah (maksimal) sepertiganya, dan shodaqohkanlah sisanya yang dua pertiga." (Hadits riwayat Abu Dawud dari Aisyah).

Dalam rangka ketaqwaan juga maka kita pilih hewan kurban yang memenuhi syarat yaitu :
  • Hewan yang sehat, tidak sedang dalam kondisi sakit.
  • Hewan yang sempurna, artinya tidak cacat; matanya tidak buta sebelah, apalagi dua-duanya; kakinya tidak pincang sehingga jalannya tidak normal; kuping dan tanduknya tidak patah atau sobek melebihi separonya.
  • Hewan yang sudah cukup umur. Kalau unta sudah melebihi umur 5 tahun, kalau sapi sudah lebih dari dua tahun, kalau kambing sudah berumur lebih dari satu tahun.
Sunnahnya menyembelih sapi atau kambing, dibaringkan pada lambungnya yang sebelah kiri, dihadapkan ke kiblat dan dibacakan “Bismillah walloohu akbar, haadzaa ‘an fulan bin fulan”, qurban ini dari si anu bin si anu, dan seterusnya. Sedangkan waktu penyembelihan qurban adalah sejak selesainya sholat ‘ied ini nanti sampai dua hari mendatang, sebagaimana diterangkan dalam kitab Muaththo dari Abdulloh bin Umar maupun dari Ali bin Abi Thalib.
lafadz takbir, tahmid dan tahlil
Hadirin jamaah sholat ‘iedul-Adha yang berbahagia....

Beberapa hadits menerangkan tentang agungnya pahala qurban, diantaranya :
  • Ibnu Majah meriwayatkan dari Zaid bin Arqom bahwa Rosululloh s.a.w. menyabdakan bahwa untuk setiap bulu dari hewan qurban akan menghasilkan satu kebaikan atau pahala, meskipun bulu-bulu halus.
  • At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rosululloh s.a.w. menyabdakan bahwa kelak di akhirat pahala qurban akan didatangkan dengan tanduk-tanduknya, dengan bulu-bulunya, dengan telacak atau kuku-kuku kakinya. Pahala qurban akan tertulis di sisi Alloh sebelum darah hewan qurban itu mencapai tanah.
  • Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rosululloh bersabda bahwa qurban termasuk amalan utama yang pahalanya hanya bisa ditandingi oleh orang yang mengeluarkan diri dan hartanya untuk sabilillah tanpa ada yang kembali.
Maka sudah semestinya kalau kita merasa senang manakala bisa berqurban sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Tapi diharapkan jangan hanya qurban perasaan saja :)

Hadirin jamaah sholat ‘iedul-Adha yang berbahagia....

Sejenak mari kita renungkan bagaimana ketika Nabi Ibrohim mendapat perintah dari Alloh untuk mengurbankan anak satu-satunya ketika itu yaitu Ismail. Anak yang sudah lama didambakan kehadirannya, anak yang sedang lucu-lucunya, anak tempat tumpahan rasa kasih sayang ibu dan bapaknya, kok diminta oleh Alloh untuk diqurbankan. Tentu berkecamuk perang batin dalam hati Ibrohim antara memenuhi permintaan Alloh atau mengikuti kemauan egonya.

Ibrahim bulat hatinya untuk mentaati perintah Alloh, tapi bagaimana pendapat si anak sebagai calon korban ? Maka Ibrohim pun bertanya kepada anaknya : “Aku disuruh Alloh untuh mengorbankan dan menyembelih engkau, anakku. Bagaimana pendapatmu ?” Sungguh menakjubkan bahwa jawaban si anak adalah : “Ayah, kalau memang itu perintah Alloh, ya kerjakan saja. Insya Alloh saya akan tabah menghadapinya”.

Subhaanallah, begitulah reaksi seorang anak yang sholih sebagai hasil didikan dari orangtua yang sholih.
Bapak-bapak, mari jadikan diri kita sebagai bapak dan suami yang sholih; Ibu-ibu, jadikanlah diri anda sebagai ibu dan isteri yang sholihat; agar anak-anak kita bisa menjadi anak-anak yang sholih dan sholihat, anak-anak yang berilmu dan faqih, anak-anak yang memiliki keterampilan sehingga bisa hidup mandiri di masa dewasanya kelak, anak-anak yang sehat rohani dan jasmaninya, anak-anak yang bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orangtuanya.

Hadirin jamaah sholat ‘iedul-Adha yang berbahagia....
Marilah kita doakan juga agar saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah haji diberikan  kelancaran, kesehatan, keselamatan dan mendapatkan hajjan mabruro, wa sa’yan masykuuro, wa dzanban maghfuuro, wa tijaarotan lan tabuuro. Dan mudah-mudahan kita dilimpahi rizqi untuk bisa menyusulnya ke tanah suci di tahun-tahun mendatang. Aamien.

Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
Wa shollalloohu ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad. Wal-hamdu lillaahi robbil-‘aalamien.
Wassalaamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokaatuh.
[sumber: LDII]

Google+ Badge

Yuk Ikuti Kami di G+