03 Agustus 2013

Bukit Shafa Tempat Nabi Muhammad Dilahirkan

Bukti Shafa berada di antara Ka’bah di sebelah barat dan Bukit Qubais di sebelah timur. Sementara, di utara terdapat Bukit Marwah. Di antara Shafa dan Marwah ini terdapat tempat tinggal bani Abdus Syam dan bani Syaibah. Sedikit menyerong ke luar terdapat rumah tinggal Al Arqam bin Abdul Arqam dan rumah Abbas bin Abdul Muthalib.


Di arah timur laut dari Bukit Marwah merupakan tempat Rasulullah dilahirkan. Di Bukit Shafa yang berdekatan dengan tempat tinggal bani Makhzum dan Ka’bah itulah Rasulullah memulai dakwah secara terang-terangan setelah beberapa lama menyembunyikan dakwahnya. Di tempat itu pula, Rasulullah memulai sa'i dalam ibadah haji yang dilaksanakan menjelang akhir hayatnya. Bukit Shafa dan Bukit Marwah kini tidak lagi berbentuk bukit, tetapi sudah berubah menjadi dataran tinggi yang hampir rata dan berada di wilayah Masjidilharam.

Kejahiliahan Quraisy, menyebabkan Rasulullah gelisah dan mencari tempat sunyi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Usia 40 tahun, beliau mendapat petunjuk melalui Ru’yah shadiqah (mimpi yang benar). Setahun kemudian pada Ramadhan (Agustus 610 M), di Gua Hira’, Jibril menyampaikan wahyu pertama QS Al-Alaq, 96: 1–5.

Peristiwa itu membuat beliau khawatir dan cemas. Lalu, beliau meminta Khadijah untuk menyelimuti dirinya. Khadijah memperoleh pendapat dari putra pamannya, Waraqah bin Naufal, tentang tanda kenabian. Khadijah meyakinkan kepada Muhammad, saw. mengenai hal itu Khadijah sebagai orang pertama yang masuk Islam.

Sementara, dari kalangan anak-anak adalah Ali bin Abi Thalib yang berusia 10 tahun di dalam asuhan beliau. Dari kalangan hamba sahaya, Zaid bin Haritsah, pembantu beliau. Dari orang dewasa dan yang memiliki kedudukan adalah Abu Bakar bin Abi Quhafah yang membuka peluang para pembesar Quraisy lainnya masuk Islam, di antara mereka Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah, diikuti oleh yang lainnya.

Fase Dakwah Nabi Muhammad Saw
Setelah tiga tahun berdakwah secara sembunyi-sembunyi, turunlah wahyu (QS Al-Hijr, 15: 94; QS Asy-Syu’ara’, 26: 214 – 215) untuk berdakwah secara terang-terangan. Rasulullah naik ke Bukit Shafa, menyeru kaum Quraisy. Di antara mereka, ada yang beriman dan ada yang tetap durhaka (di antaranya Abu Lahab).

Di tengah ancaman Quraisy, Abu Thalib selalu membela Rasulullah. Banyak umat Islam disiksa, di antaranya Bilal bin Rabah, budak asal Habasyah. Rasulullah menganjurkan untuk hijrah ke Habasyah (Etiopia). Di antara mereka, ada Utsman bin Affan bersama Ruqayyah binti Rasulullah saw., Utsman bin Mazh’un, dan Ja’far bin Abi Thalib. Jumlah mereka mencapai 83 orang.

Pada periode ini, Hamzah masuk Islam, demikian pula Umar bin Al Khathab melalui saudara perempuannya, Fatimah binti Khathab yang membaca surat Thâhâ. Pada tahun kesepuluh dari masa kenabian, Khadijah wafat dan disusul oleh Abu Thalib. Saat itu, merupakan situasi yang sangat sulit dirasakan oleh Rasulullah

saw. []

Google+ Badge

Yuk Ikuti Kami di G+