14 Juli 2013

6 Tips Agar Anak Bisa Tenang di Masjid

Menyambung artikel yang sebelumnya tentang, "Mengenallkan Masjid pada Anak" yang lebih menitikberatkan psikologis sang buah hati ketika dirinya mengenal masjid dan lingkungannya berdasarkan umur. Kini, akan coba kami lanjutkan dengan Tips Agar Anak Bisa Tenang di masjid - sehingga jamaah menjadi senang ...
Yang pertama, hindari pemaksaan kepada anak agar mau diajak ke masjid. Tentunya sudah difahami bahwa beribadah itu harus berdasarkan kesadaran penuh bukan atas dasar pemaksaan. Para orangtua cukup dengan memberikan contoh faktual yang diusahakan secara optimal seputar esensi ibadah, termasuk melaksanakan shalat tarawih di masjid. Ketahuilah, seiring dengan bertambahnya usia anak maka mereka akan memiliki kesadaran dalam dirinya akan pentingnya melaksanakan shaat berjamaah apalagi kewajiban melaksanakan shalat 5 waktu. Alangkah baiknya, sebelum ke masjid, orangtua menawarkan kepada anaknya, semisal, "Abi mau melaksanakan shalat tarawih di masjid, rakaatnya cukup banyak, suratnya panjang-panjang, mau ikut?" Tidak usah kuatir dengan jawaban sang buah hati, sebab pada umumnya anak di atas usia 3 tahun sudah dapat mempertimbangkan serta menjawabnya yang sesuai dengan isi hatinya.

Tips yang kedua, saat mengambil posisi barisan shalat atau shaf, ambilah posisi paling belakang. Memang ini bertentangan dengan kebaikan mengambil shaf terdepan bagi laki-laki, namun dikarenakan ada kepentingan lain yang lebih prioritas. Agar di saat anak kita sedang bosan sampai-sampai menangis maka orangtua bisa dengan mudah mengambil tindakan preventif agar tidak terjadi kegaduhan di saat shalat; berhenti shalatnya dan membawa sang anak ke luar barisan shalat tarawih atau berjamaah.

Selanjutnya (yang ke-3), bagi orangtua yang memiliki anak di atas usia 3 tahun, manfaatkan kemampuan nalar dan bicaranya saat menuturkan sebuah pengertian. Perlu diketahui bahwa prakondisi yang baik sangat menentukan kelancaran dalam melaksanaka ibadah. Dan pemahaman hal ini bisa ditanamkan sejak anak masih kecil yang berusia 3 tahun ke atas. Berilah anak kita kefahaman bahwa membuat kegaduhan di dalam masjid itu tidak baik, bukan merupakan perbuatan terpuji malah akan mengganggu ketenangan orang lain.

Bentuklah kemampuan anak dalam memahami kebaikan seperti menjelaskan tentang nilai-nilai shalat serta tata tertib melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Sebab menanamkan kefahaman sejak dini membuahkan sebuah bentuk pemahaman yang baik dalam diri anak. Berikut beberapa kalimat yang bisa dipaparkan kepada anak kita yang berusia di atas 3 tahun.
"Jika kamu ribut abi ngga bisa shalat, abi tidak bisa fokus terhadap bacaan shalat",
Atau dengan memberikan ancaman, "Jika nanti di masjid ribut, besok tidak boleh lagi ikut abi shalat berjamaah di masjid, setuju?"

Tips ke-4, jangan pernah memerintahkan kepada anak untuk pulang saat membuat kegaduhan di dalam masjid. Momen shalat tarawih menjadi hal yang sangat istimewa atau mengesankan bagi anak-anak. Orangtua sepantasnya mengerti bahwa anak-anak yang saling berjumpa di masjid memang memiliki kemauan yang kuat untuk bermain. Apalagi berlangsung hanya sekali dalam setahun, mereka gembira bisa menemukan suasana bulan puasa. Lakukanlah kesepakatan antara orangtua, DKM masjid, serta anak-anak agar tidak ribut selama rangkaian ibadah shalat tarawih berlangsung, anak-anak boleh bermain tapi tidak boleh sampai berteriak keras. Dan ketika menjumpai anak-anak yang bisa menahan dirinya untuk tidak bermain dan tenang selama di masjid maka orangtua jangan pelit-pelit untuk memberinya pujian bahkan bila perlu beri mereka hadiah atas keberhasilannya untuk tetap tenang dan beribadah dengan tertib.

Yang ke-5, sejak dari rumah, jangan lupa untuk menyiapkan perbekalan makanan dan buku bacaan. Perhatikan jenis makanan yang akan dibawa; jangan membawa makanan yang bisa menimbulkan kegaduhan saat dikonsumsi. Dengan membawa buku bacaan kesukaan anak-anak, mereka menjadi betah untuk tetap di Masjid dan tidak membuat kegaduhan.

Terakhir (yang ke-6), Orangtua supaya terus menerus mengawasi aktifitas si buah hati. Jangan membiarkan anak kita bermain begitu saja. Tidak ada jaminan keamanan di saat anak kita pergi ke luar lingkungan masjid. Dan saat anak-anak kita bertemu dengan temannya yang lain, orangtua supaya bisa mengarahkan agar selama bermain atau saling bertegur sapa sesama anak-anak untuk tetap tenang dan bicaranya harus pelan-pelan. Akhirnya ibadah shalat tarawih bisa berjalan dengan tenang.

Itulah, 6 Tips Agar Anak Bisa Tenang di Masjid. Mudah-mudahan informasi kali ini bisa memberikan solusi bagi para orangtua yang rajin membawa sang buah hati ke masjid untuk shalat tarawih atau berjamaah.

Artikel Terkait


6 Tips Agar Anak Bisa Tenang di Masjid
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email