06 Juni 2013

Mengenalkan Alquran dan Alhadits kepada Anak-Anak

Anak-anak muslim dan muslimah merupakan generasi penerus bangsa. Mereka akan menggantikan generasi sekarang di masa depan. Untuk itu mulailah dari saat sekarang untuk Mengenalkan Alquran dan Alhadits kepada Anak-Anak. Dengan mengajarkan kedua ilmu agama tersebut berarti kita telah mewujudkan salah satu mekanisme cinta kepada baginda Rasuullah Saw dan iman kepada Alla Swt.

Mengenalkan Alquran dan Alhadits kepada Anak-Anak

Rasulullah pernah bersabda, "Telah kutinggalkan dua perkara, selama kalian berpegang-teguh kepada keduanya maka selamanya tidak akan pernah tersesat, yaitu kitabillah atau Alquran dan sunah atau Alhadits." (HR. At-Tirmidzi). Dalil ini bisa menjadi modal bagi pembaca selaku orangtua saat memulai untuk mengenalkan agama kepada anak-anak kita.

Berikut beberapa hadits shahih yang bisa diperkenalkan kepada anak-anak sejak saat ini.
1) Hadits tentang Rukun Islam

بُنِيَ الْإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لٲ إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ وَ إِقَامِ الصَّلاَةِ وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَ الْحَجِّ وَ صَوْمِ رَمَضَانَ

"Islam dibangun atas 5 (pondasi), bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan (bersaksi) bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mendatangkan zakat, dan berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari).

2) Hadits Menyampaikan Salam kepada yang Lebih Tua

لِيُسَلِّمِ الصَّغِيْرُ عَلَى الْكَبِيْرِ

"Wajib bagi orang yang lebih muda untuk menyampaikan salam kepada yang lebih tua." (HR Bukhari dan Muslim).

3) Hadits tentang Tidak Diperbolehkan Minum sambil Berdiri

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا

"Sungguh dilarang bagi seseorang dari kalian minum sambil berdiri." (HR. Muslim).

4) Hadits Berbakti kepada Kedua Orangtua

رِضَى اللّٰهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَ سَخَطُ اللّٰهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

"Ridha Allah bersama dengan ridha-nya orangtua (ayah dan ibu kita), murka Allah bersama dengan murka-nya orangtua." (HR. At-Tirmidzi).

5) Hadits Berbuat Baik Adalah Sedekah

كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ

"Setiap perbuatan baik adalah sedekah." (HR. Bukhari).

6) Hadits Menebar Senyum

لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ شَيْئًا وَ لَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهِ طَلْقٍ

"Kalian jangan pernah menganggap remeh kebaikan, meskipun hanya senyuman manis yang terlihat dari muka saudaramu saat bertemu." (HR. Muslim).

7) Hadits Keutamaannya Orang yang Menahan Marah

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصَّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْنَ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

"Orang kuat itu bukanlah yang jago berkelahi, namun sesungguhnya yang dikatakan orang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah." (HR Bukhari dan Muslim).

8) Hadits Tidak Diperbolehkan Mencaci Sesama Muslim

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ

"(Muslim yang) Mencaci kepada Muslim (lain) adalah perbuatan fasiq*." (HR Bukhari dan Muslim).

9) Hadits Tidak Diperbolehkan Mencelakai Sesama Muslim

مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اللّٰهُ وَ مَنْ شَاقَّ مُسْلِمًا شَقَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ

"Orang yang mencelakai muslim (lain), maka Allah akan mencelakakan pada dirinya, dan orang yang menyusahkan muslim (lain) maka Allah akan menyusahkan kepada dirinya." (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

10) Hadits Larangan Berkata dengan Perkataan Jelek

إِنَّ اللّٰهَ يُبْغِضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ

"Sesungguhnya Allah memurkai kepada (orang yang) berkata keji dan kotor." (HR. At-Tirmidzi).

Kami cukupkan dulu sampai dengan 10 dalil hadits yang sebenarnya tidak saja sebagai bahan mengenalkan alquran dan alhadits kepada anak-anak, melainkan dalil-dalil tersebut di atas sebagai kajian yang bisa dijadikan pedoman bagi kita semua dalam menjalani hidup dan beribadah ... Mudah-mudahan ada guna serta manfaat dari artikel kali ini, amin :)

------
*) Fasiq/Fasik (Bahasa Arab: فاسق‎) berasal dari akar kata fasaqa-yafsiqu/yafsuqu-fisqan-fusûqan.
Secara etimologis (bahasa), dalam ungkapan Arab, fasiq maknanya adalah keluar dari sesuatu atau keluar/menyimpang dari perintah.
Secara terminologis (istilah), orang fasiq adalah orang yang menyaksikan tetapi tidak meyakini dan melaksanakan. Ia juga bermaksud melakukan maksiat, meninggalkan perintah Allah, dan menyimpang dari jalan yang benar.

Artikel Terkait


Mengenalkan Alquran dan Alhadits kepada Anak-Anak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email