30 Mei 2013

Rindu Kebahagiaan? Bersedekahlah!

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan (bersedekah) hartanya di jalan Allah adalah sebagaimana sebutir biji yang menumbuhkan 7 (tujuh) tangkai. Pada masing-masing tangkai terdapat 100 (seratus) biji. Allah melipatgandakan (memberi pahala) bagi siapa saja yang dikehendai-NYA - Allah maha luas (memberlikan pahala kepada manusia) dan lagi mengetahui." ~ Alquran, surat Al-Baqarah: 261

Melihat penafsiran (terjemah) alquran surat Al-Baqarah di atas jelas sekali betapa membahagiakannya bila bersedekah. Apakah ini bentuk pamrih? Tidak juga ah ... Toh meskipun amal shaleh bersedekah adalah pamrih alias mengharapkan pahala ya tidak apa-apa ... Allah senang kepada hamba-NYA yang bersedekah.


Bersedekah dalam syariat Islam berarti menunaikan kewajiban zakat serta anjuran amal shaleh memberi lainnya; berupa infak dan sedekah. Dan amalan memberi juga dinilai sebagai perwujudan akhlakulkarimah atau akhlak yang mulia, pasalnya, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dalam hadits riwayat Bukhari serta Muslim disebutkan bahwa, "Tangan di atas atau 'memberi' itu lebih baik daripada tangan di bawah atau 'meminta'. Mulailah bersedekah dari orang yang menjadi tanggunganmu, dan sebaik-baiknya sedekah adalah dari harta milik orang yang berkecukupan."

Konsep Islam yang benar tentang bersedekah sudah sangat jelas, Allah Swt. akan mengembalikan (mengganti) harta yang disedekahkan bahkan dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan harta yang telah dikeluarkan (disedekahkan). Lihat pengertian Alquran surat Al-Baqarah 261 di atas.

Serta oleh karena amal shaleh sedekah mampu membahagiakan hati orang yang diberi, maka Allah akan membalas berupa kebahagiaan dalam hati orang yang bersedekah. Itulah kenapa banyak ahli menegaskan sedekah merupakan bentuk perbuatan yang sangat membantu diri orang yang bersedekah menjadi individu yang senantiasa bahagia. Dan yang paling real adalah seperti yang telah dicontohkan oleh Heppy Trenggono - beliau mengatakan, "Bisnis memerlukan kalkulator namun sedekah buanglah jauh-jauh kalkulator." Karena memang Heppy sangat yakin dengan bisnis yang telah Allah tawarkan dengan bersedekah. 

Rupanya banyak pengusaha sukses sebab memegang teguh 'kunci keberhasilan'-nya dengan percaya pada pengertian Al Baqarah 261 tersebut di atas sehingga ayat tersebut menjadi dikenal dengan sebutan, "The Power of Giving".

Itulah kekuatan memberi, sebuah model bersedekah yang dikenal banyak sekali pengusaha-pengusaha sukses namun memiliki hati yang dermawan. Tidak mengherankan bila seorang Deepak Chopra mencantumkan law of giving menjadi bagian kedua dari konsepnya, Law of Success. Bahwa untuk mencapai kesuksesan dipancing dengan bersedekah sementara pencapaian kesuksesan yang diraih akan senantiasa mengundang kebahagiaan.

Baik, demikianlah sekilas tentang sedekah yang mampu membangun kebahagiaan pada diri seseorang. Bagi pembaca yang Rindu Kebahagiaan? Bersedekahlah!

"Memberi untuk menerima lebih banyak." ~ Harvey McKinnon dan Azim Jamal.

Artikel Terkait


Rindu Kebahagiaan? Bersedekahlah!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email