06 Februari 2013

Anjuran dan Larangan bagi Muslimah yang Haid (Bag. 3)

Dengan adanya beberapa larangan beribadah -Baca artikel sebelumnya- muslimah seolah-olah kehilangan peluang mencari pahala karena aktifitas ibadahnya dihentikan. Tidak kok ... Muslimah tidak perlu merasa kuatir akan kehilangan sumber pahala melalui amal ibadah.

Anjuran dan Larangan bagi Muslimah yang Haid (Bag. 3)

Ibadah-ibadah yang bisa dilakukan oleh wanita yang tengah haid antara lain.
Berdzikir - muslimah yang tengah haid dianjurkan untuk berdzikir. Basahi bibir pembaca (muslimah) dengan melantunkan lafadz takbir (Allohu Akbar), Tasbih (Subhanallah), dan Tahmid (Alhamdulillah). Memohon ampun kepada Allah saat haid juga dianjurkan. Manfaat dari istighfar (Astaghfirullah)selain pengampunan dosa. Rupanya, istighfar bisa untuk membuka jalan berbagai persoalan dan juga pembuka pintu rezeki.

Dalam Alquran Allah juga berfirman: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai ” ( Nuh [71]: 10-12).

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa melazimkan istighfar, niscaya Allah pasti akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, dan kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rejeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Riwayat Abu Dawud)

Menghafal ayat-ayat Alquran dan Hadits - Muslimah di saat sedang PMS boleh menghafal Al-Qur’an untuk mempertajam daya ingat. Karena semakin banyak menghafal al-Qur’an maka akan semakin kuat pula daya ingat seseorang khususnya muslimah. Tidaklah mengherankan jika umat Islam banyak yang ingin menghafal Alquran.

Memperbanyak Infaq - Muslimah yang tengah haid dalam rangka mengganti ibadah atau amal shalehnya yang terhalang karena larangan beribadah bisa dengan cara berinfaq. Ingatlah infaq merupakan manifestasi dari ciri muslim yang shaleh. Termasuk muslimah, selain dituntut kebaikan secara individu juga dituntut kebaikan secara sosial. Rasulullah Saw pernah bersabda, “Bukan termasuk golonganku, bila ada di antara tetangga kalian kelaparan, sementara kalian perutnya kenyang.”

Allah berfirman dalam alquran, “…orang-orang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran [3]: 133-134)

Selanjutnya, muslimah apabila tengah haid bisa meningkatkan silaturahim. Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (muttafaq’alaih).

Bahkan Rasulullah sangat mengecam kepada muslim termasuk muslimah yang memutus hubungan famili (silaturahim). Nabi Muhammad Saw, bersabda, “Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan silaturahim.” (muttafaq’alaih).

Maka saat muslimah tengah haid buat semacam agenda atau jadual silaturahim. Buat daftar teman, saudara, atau tetangga yang bisa untuk dikunjungi. Ajaklah suami serta anak-anak saat berkunjung kelak.

Bila silaturahim dilakukan dengan berkunjung kepada teman-teman orangtua, maka ada pahala khusus; pelakunya akan mendapat dua pahala. Pahala silaturahim dan pahala birrul walidain (berbakti kepada orangtua). Dalam hadits Muslim, Rasulullah bersabda, “Jagalah hubungan baik dengan orang-orang yang dicintai ayahmu, janganlah kamu memutuskannya yang menyebabkan Allah memadamkan cahayanya.”

Ok untuk para muslimah yang tengah haid jangan berkecil hati sebab penjelasan di atas bisa menjadi kabar yang baik bagi Anda yang tengah mengalami haid. Wassallam - Cheers! (Tamat)

Artikel Terkait


Anjuran dan Larangan bagi Muslimah yang Haid (Bag. 3)
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email