05 Januari 2013

7 Akhlak Qurani atau 7 Pilar Pendidikan

Artikel 7 Akhlak Qurani ini merupakan kelanjutan dari postingan, "Pendidikan Karakter atau Akhlak" yang sudah tayang terlebih dahulu.

7 akhlak qurani

Masih diperoleh dari Majalah Noor, 7 Akhlak atau 7 Pilar Pendidikan merupakan modal untuk membangun pendidikan karakter yang bersumber dari Alquran. Berikut uraiannya.
  1. Merdeka dan memiliki kedaulatan diri,
    Berdasarkan dengan teologi bahwa faktanya, Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan berbagai potensi yang diberikan kepadanya, termasuk potensi kemauan dan kehendak diri (iraadah) serta kemampuan memilih dan berupaya untuk mandiri (ikhtiyaar). Dengan dua potensi itu, manusia diberi ruang sepenuhnya guna memutuskan dan bersikap. Termasuk dalam memilih untuk beriman atau tidak. Tugas Rasulullah SAW hanya mengingatkan serta menyampaikan kebenaran, adapun selanjutnya umatnya hanya tinggal memilih. Hanya saja setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing yang wajib ditanggung. Bisa dibuka alquran Surat Al Kahfi (18), ayat 29-30.
  2. Menjunjung tinggi kemanusiaan,
    Landasannya bahwa manusia memiliki ak asasi yang harus dijaga dan dihormati. Manusia merupakan makhluk yang sempurna yang sudah Allah SWT ciptakan di muka bumi ini (surat at-Tin, 95:4). Selain itu manusia pun dianugrahi keutamaan dan kemuliaan yang lebih dibandingkan makhluk selainnya (QS. Al Isra', 17;:70).
  3. Optimis dan berkomitmen melakukan perubahan,
    Alquran mengajarkan bahwa Allah SWT memotivasi dan membimbing hamba-hambanya agar dapat meraih kehidupan baik di dunia dan di akhirat dengan selamat (QS Al Baqarah, 2:200-202). Manusia dibekali dengan beragam potensi, kesempatan, serta kenikmatan-kenikmatan lainnya. Tujuannya, manusia agar diberi ruang seluas-luasnya untuk tetap optimis dan senantiasa berkomitmen melakukan perbuatan baik. Bukankah manusia terlahir tidak tahu apa-apa, lantas Allah SWT memberinya pendengaran, penglihatan, serta hati untuk dijadikan alat mempelajari banyak hal. (QS. An-Nahl, 16:78). Bahkan, Alquran juga mengingatkan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah suatu kaum kecuali mereka sendiri yang mengubahnya (QS. ar-Ra'd, 13: 11). 
  4. Toleran dan menghargai perbedaan,
    Allah menciptakan manusia berbeda-beda; jenis kelamin, bahasa, suku, bangsa, warna kulit, tabiat, kebiasaan, kemampuan, dan lain sebagainya. Perbedaan ini tidak diciptakan oleh Allah SWT sebagai dasar untuk saling ejek atau saling tindas sesama manusia. Perbedaan merupakan anugrah yang patut untuk disyukuri sekaligus sebagai alasan untuk saling mengenal dan saling melengkapi (QS. Al Hujurat, 49:13).
  5. Mengenali diri sendiri dan berani mengakuui kelemahan,
    Manusia diciptakan lengkap dengan berbagai keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki, bahkan manusia diciptakan dengan keadaan dasar yang serba lemah. Untuk itulah Allah SWT senantiasa menunjukkan serta memberikan jalan yang termudah bagi manusia (QS. An Nisa', 4:28). Dengan dasar lemah itulah manusia diajarkan untuk bersikap rendah hati, tahu kadar kemampuan sendiri, sekaligus berani mengakui kelemahan.  Perlu disadari, bahwa tanpa bimbingan Tuhan dan berikut kerjasama antar sesama, sepenuhnya manusia tidak bisa berbuat banyak. Pembaca bisa membayangkan apabila manusia dalam memenuhi kebutuhannya dilakukan tanpa bantuan dari orang lain. Untuk bisa berpakaian layak saja, manusia membutuhkan campur tangan banyak orang, mulai dari penyedia bahan baku, pembuat kain, penjhit, dan seterusnya.  
  6. Menghormati hukum,
    Dalam Alquran surat As-Syams, 91:7 disebutkan, di dalam diri setiap manusia terdapat energi positif yang mendorongnya untuk bertaqwa dan taat pada aturan Allah. Selain itu juga terdapat energi negatif yang mengajaknya untuk berbuat maksiat dan melanggar hukum Allah SWT. Energi negatif ini apabilal tidak bisa dikelola dan dimusnahkan berpotensi menimbulkan kerusakan dan kehancuran yang hebat. Energi negatif sah-sah saja dilakukan sebab hasrat namun harus melalui jalan yang halal atau benar. Di sinilah aturan hukum dan norma-norma tertentu ditetapkan. Karena itu pula penghormatan dan ketaatan terhadap hukum harus ditegakkan.
  7. Memiliki kesadaran spiritual.
    Supaya kehidupan seseorang tetap berada di jalur yang benar dan baik, perlu dibantu oleh pengawasan serta hukum dari luar. Itu pun masih belum bisa dikatakan cukup. Faktor lain yang sangat perlu untuk dipersiapkan adalah kontrol dari dalam atau kesadaran dalam jiwa. Kesadaran senantiasa berfungsi untuk pengingat agar tidak bertindak di luar koridor kebenaran dan kebaikan. Inilah yang disebut dengan kesadaran spiritual. Kesadaran ini yang akan menjadikan manusia senantiasa merasa kehadiran Allah SWT bersamanya di setiap ruang dan waktu. Bahkan, perbuatan manusia sekecil apapun pasti tidak akan luput dari pantauan dan pengamatan-Nya.
Itulah 7 Akhlak Qurani atau 7 Pilar Pendidikan yang sangat diperlukan dalam rangka membangun pendidikan karakter/akhlak.

foto: VOA Islam

Artikel Terkait


7 Akhlak Qurani atau 7 Pilar Pendidikan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email