Alquran-Syaamil[dot]com

Portal Informasi Ulasan Islami dan Penawaran Alquran Terbaik Indonesia | Hubungi: 089651415992 (SMS/WA) | email: layanan@alquran-syaamil.com

24 Mei 2015

Bagaimanakah Kedudukan Bisnis Online Menurut Syariat Islam?

Perkembangan TIK (teknologi informasi dan komunikasi)  telah mempengaruhi segala sendi kehidupan manusia. Jual beli yang semula harus bertatap-muka secara langsung saat ini bisa dilakukan tanpa harus bertemu langsung. Sebab kini telah hadir perangkat canggih atau gawai semisal smartphone atau ponsel pintar. Di dalam setiap gawai atau gadget yang pada umumnya bersistem operasi Android ini bisa dengan mudah di-install aplikasi gratis; jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Google Plus, Foursquare, instagram atau aplikasi chatting, seperti; Blackberry Messenger (BBM) dan Whatsapp. Semua aplikasi tersebut sangat memungkinkan untuk digunakan bisnis online.
Bagaimanakah Kedudukan Bisnis Online Menurut Syariat Islam?
Bagaimanakah Kedudukan Bisnis Online Menurut Syariat Islam?
Saat online menggunakan media sosial, seseorang bisa menawarkan barang dagangannya atau mencari barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini 4 (empat) keuntungan dari berbisnis online menggunakan sosial media.
  1. Mudah untuk dilakukan,
  2. Modalnya relatif murah,
  3. Biaya promosi pun murah,
  4. Penyebaran informasi produk bisa dilakukan dengan cepat.
Dan hari ini sudah banyak orang yang merasakan keuntungan dari pemanfaatan sosial media dalam berbisnis online. Bentuk maisyah seperti itu banyak dilakukan oleh umat islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dan mencari maisyah pada hakekatnya merupakan bekal untuk melakukan ibadah. Dan prinsip dasar dalam berbisnis adalah mencari rezeki yang halal serta barokah. Sampai dengan detik ini masih banyak pihak yang mempertanyakan kehalalan dalam berbisnis online. Sebagian menghukumi bisnis online adalah perbuatan haram sebab terdapat praktek jual beli yang tidak diketahui kualitas barangnya. Dan sebagian lagi menilai bisnis dalam jaringan (online) itu halal sebab dikembalikan kepada hukum dasar jual beli, yaitu diperbolehkan.  
        
Lantas Bagaimanakah Kedudukan Bisnis Online Menurut Syariat Islam? Di dalam Alquran dijelaskan tentang diperbolehkannya praktek jual-beli dalam syariat Islam, berdasarkan dalil.

Artinya: ... dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.


Dari Dawud bin Shalilh alMadini dari bapaknya dia berkata: Aku mendengar  Abu Sa'id berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya jual beli itu berdasarkan saling ridha. (HR. Ibnu Majah)

Allah melalui rasul-Nya telah memberikan rambu-rambu jual beli yang telah diperbolehkan berdasarkan dalil berikut ini.
Dari Abdillah bin Amr dia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Tidak halal pinjam dan jual beli, tidak halal dua syarat dalam satu penjualan, tidak halal keuntungan apa-apa yang kamu belum menguasai barangnya (menjual barang yang telah dibelinya yang oleh si penjual barangnya belum diserahkan kepadamu) dan tidak halal jual beli apa-apa yang tidak ada di sisimu.

Dari Abi Hurairah: Rasulullah Saw melarang dari jual beli hashah dan jual beli gharar.

Adapun jual beli sistem pesanan di mana penjual menawarkan barang dagangannya dengan spesifikasi yang jelas, ukuran atau timbangan yang juga jelas, waktu pengiriman pun jelas diperbolehkan. Jual beli dengan sistem seperti ini termasuk ke dalam jual beli sistem akad salam, maksudnya jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dulu atau bayar lunas di muka walaupun barang belum diserahkan. Berdasarkan dalil tersebut di bawah ini.


Dari Ibnu Abbas ia berkata: Nabi Saw datang ke Madinah, dan mereka meminjamkan uang untuk pembelian kurma dua atau tiga tahun mendatang. Maka Nabi bersabda: Barang siapa melakukan jual beli salaf atau salam dalam sesuatu, hendaklah dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas sampai waktu yang jelas.

Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, jual beli online pada hakekatnya diperbolehkan apabila memenuhi persyaratan berikut ini.
  • Barang yang diperjualbelikan adalah barang yang halal.
  • Penjual menjelaskan dengan rinci spesifikasi barang yang ditawarkan di dalam media promosi yang dibuat.
  • Apabila barang yang diperjualbelikan bukan miliknya dan atau bukan perwakilan dari distributor barang tersebut, maka tidak boleh mengatakan, "Saya jual" atau "Dijual", namun menggunakan kata-kata, "Silakan order atau pesan" atau "siap dipesan / diorder".
  • Mekanisme pembayaran dijelaskan dengan rinci.
  • Pembeli memiliki hak untuk memilih barang yang lain bila pesanannya atau barang yang telah dibeli tidak sesuai dengan pesanannya.
Itulah jawaban dari  pertanyaan, Bagaimanakah kedudukan Bisnis Online Menurut Syariat Islam? Semoga bisa menjawab pertanyaan pembaca seputar hukum bisnis online menurut Islam.  

19 Mei 2015

25 Adab dalam Berdoa

“Doa merupakan otak ibadah” (HR. Imam al-Bukhari). Sebab itulah jika setiap amalan tanpa disertai doa itu bagaikan pohon takada buahnya, percuma - Naudzubillahi min dzalika. Dalam doa senantiasa diungkapkan harapan sesuai dengan keinginan kita, misalnya; memohon kepada Allah Swt. untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik, memohon pengampunan, memohon dimudahan dalam urusan jodoh, meminta untuk dilancarkan dalam mengejar cita-cita dan lain-lain.

25 Adab dalam Berdoa
25 Adab dalam Berdoa
Alhamdulillah ... Doa ternyata mudah dengan syarat, kita mengetahui caranya.
  1. Memuji Allah terlebih dahulu. Dengan melafalkan tahmid, takbir, tasbih, membaca asmaul husna atau doa apa saja yang intinya memuji kebesaran dan kemulian Allah. Menurut sunahnya, sebelum berdoa diawali dengan membaca shalawat. “Setiap do'a akan terhalangi sampai orang tersebut membaca shalawat kepada Nabi.” (HR. Thabarani) 
  2. Memohon ampunan. Pembaca memanjatkan doa kepad Allah tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan. Akui semua kesalahan yang pernah dilakukan, dalam Alqur’an diejlaskan tentang kisah Nabi Yunus as., "Bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat zalim.” (QS. Al-Anbiya: 90) 
  3. Rendahkan diri di saat berdoa. Di saat berdoa sepantasnya kita pasrah di hadapan Allah Swt. Satukan hati, pikiran serta sikap dan senantiasa khusu' dalam memanjatkan berdoa sambil penuh khusu'. Gambarannya tatkala diri kita memelas meminta sesuatu dengan penuh harap, dalam hati pun seolah menjerit agar diijabah.
  4. Allah Swt berfirman, “Dan mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami.”  (QS. Al-Anbiya: 90) 
  5. Berdoa dengan sepenuh hati. Maksudnya ketika doa dilisankan, maka sertakan pula hati dengan khusu' memahami apa yang diutarakan mulut. Mulut dan hati tidak singkron. Hati terus dipaksa untuk menjerit dan memelas.
  6. Nabi Saw bersabda, “Berdo'alah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah!, sesungguhnya Allah tidak akan menerima satu do'a dari hati yang lalai lagi lengah.” (Hadist Sahih) 
  7. Sampaikan doa dengan jelas dan tegas. Janganlah berdoa dengan main-main, Nabi Saw bersabda, “Janganlah seseorang mengatakan dalam do'anya: Ya Allah ampunilah aku jika Engkau menghendaki, Ya Allah berikanlah rahmat kepadaku jika Engkau menghendaki, hendaklah dia teguh dalam berdo'a sebab perbuatan tersebut tidak dibenci." (HR. Abu Daud, Hadist Sahih) 
  8. Berdo'alah di saat senang atau susah. Sebagai seorang hamba yang memiliki banyak keperluan dianjurkan untuk berdoa dalam keadaan senang atau susah. "Barang siapa yang senang dikabulkan permohonannya pada saat kritis dan bahaya maka hendaklah dia memperbanyak do'a saat nyaman.” 
  9. Lembutkan suara saat berdoa. Berdoalah dengan melembutkan suara serta cukup diri sendiri saja yang mendengar dan Allah Swt. Dalam Alquran disebutkan, “Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (QS. Al’Araf: 55)
  10. Mengulangi do'a tiga kali. Sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw. bila berdoa Baginda nabi selalu mengulangi do'anya tiga kali. (HR. Muslim)
  11. Berdoa dengan menghadap kiblat. Sesuai dengan sunnah yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah menghadap kiblat ketika berdoa. (HR. Bukhari)
  12. Berdoa di beberapa waktu mustajab - BACA: 12 Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa. sebagai contoh: di antara adzan dan iqamah, saat-saat terakhir pada hari jum'at, ketika sahur dan lain-lain.
  13. Berdoalah dengan mengangkat tangan. Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Tuhanmu-Yang Maha Suci dan Maha Tinggi bersifat malu dan mulia. Dia malu jika hambaNya mengangkat tangan saat berdo'a lalu menolaknya dengan tangan hampa dan kecewa". (HR. Abu Daud, Al Albani mengatakan sanad nya Hasan)
  14. Berbakti kepada Orangtua. Berbuat baik kepada orang tua termasuk salah satu 'jembatan' dikabulkannya do'a, sebagaimana diceritakan dalam hadits Muslim tentang kisah Uwais Al-Qorni bahwa dia seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Atau kisah Ashabul Kahfi yang tertahan dalam sebuah gua yang lubangnya tersumbat oleh sebuah batu besar. 
  15. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah. Berdoa setelah mengerjakan shalat wajib merupakan salah satu penyebab dikabulkannya do'a tersebut.  
  16. Memperbanyak amal soleh. Berbuat kebaikan selain berdoa baik sebelum berdo'a atau sesudah berdoa, misalnya bersedekah, membantu meringankan kesusahan orang lain.
  17. Berwudhu sebelum berdo'a. Di dalam hadits Muttafaq’alaih disebutkan bahwa Nabi Saw. setelah perang Hunain usai, "Beliau minta air kemudian berwudhu, setelah itu mengangkat kedua tangannya; dan aku melihat putih kulit ketiak beliau (berdoa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi).
  18. Berdoa dengan maksud yang baik. Seseorang yang memanjatkan do'a harus berisi doa yang baik-baik dan bermanfaat misalnya seperti yang terdapat di dalam kisah Nabi Musa as., "Berkata Musa, "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku". Dan mudahkanlah untukku urusanku, supaya mereka mengerti perkataanku.”  (QS. Tha ha: 25)
  19. Di saat berdoa, menceritakan dengan jelas semua keluhan dan kebutuhan. Banyak keluhan serta banyaknya keperluan banyak sekali contohnya. Seperti diceritakan dalam Alquran tentang doa para Nabi. Misalnya keluhan Nabi Ya’qub, "Ya'qub menjawab: Sesungguhnya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Yusuf: 86). Begitu pun dengan keluhannya Nabi Ayyub, "Dan ingatlah kissah Ayyub, ketika dia meyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang Penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)
  20. Dahulukanlah berdo'alah untuk diri sendiri, seperti, "Ya Tuhan kami ampunilah kami dan saudara-saudara seiman yang telah mendahului kami. (QS. Al:-Hasyr: 5). Di dalam hadits shahih disebutkan, Rasulullah Saw sendiri jika menyebut nama seseorang untuk didoakan, beliau memulainya untuk diri beliau sendiri. 
  21. Berdo'alah pula untuk orang lain. Seperti berdoa untuk orang tua, keluarga, teman, tetangga dan saudara seiman. Sesuai dengan firman Allah Swt, "Dan mintalah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan." (QS. Muhammad: 19). Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa yang memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan maka Allah akan menulis baginya dengan setiap orang yang beriman tersebut kebaikan.” (Hadist Hasan)
  22. Pergunakan kalimat jelas. Ibnu Abbas pernah berkata kepada Ikrimah, “Lihatlah sajak dari do`amu, lalu hindarilah ia, karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Saw dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut.” (HR. Bukhari)
  23. Panggilah nama-nama Allah yang sesuai dengan kondisi si pendoa. Sebagai contoh; “ Ya Allah Yang Maha Pengasih kasihilah aku.”
  24. Ucapkan aamiin bagi orang mendengarnya.
  25. Memohon semuanya kepada Allah. Baik masalah yang kecil sekalipun ataupun masalah yang berat dan besar senantiasa meminta kepada Allah segala sesuatu sampai permasalahan tali sendal sekalipun. Sesungguhnya Allah Swt. seandainya tidak memudahkan suatu urusan niscaya dia tidak akan menjadi mudah.
Pembaca, mari kita sama-sama pergunakan waktu pada setiap kesempatan untuk berdoa sebelum semuanya terlambat. Mari kita sama-sama menjadikan diri kita sebagai pintu pembuka rahmat dan berkah. Mulai detik ini mari kita jaga lisan serta tangan kita. 

Mari kita berikan yang terbaik bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Takelok bila diri kita hanya pandai menilai orang lain tapi takbisa menilai diri sendiri, untuk itu mulailah dari diri sendiri untuk membiasakan berdoa mumpung sudah tahu caranya dan banyak kesempatan ... Mohon Maaf takada maksud menggurui ... Kita sama-sama belajar ... 

BACA JUGA:

islam Ibadah Advertorial kisah nabi 25 nabi rasul Alquran Alquran-Syaamil Pengetahuan fiqih Dakwah Pendidikan Facebook Notes amal jariyah sedekah Keluarga YM Yusuf Mansur agama informasi Inspirasi Berita Islam puasa Ceramah kehidupan kesehatan Nasihat Tips aspek hadits Buku Islam Catatan Catatan Dakwah FB felix siauw rukhiyah tarbiyah Buku Inspiratif Ustadz wisata hati Madu fashion Gadget Kandungan Madu Asli Doa Dunia Bayi Binatang Cordoba Jejaring Sosial Koleksi Membaca MyFA Penting Ramadhan Wanita Whatsapp 10 Tips Memilih Nama Bayi 11 Keunggulan Alquran Cordoba THE BIGGEST 12 Tips Syiar untuk Remaja Islam 25 Adab dalam Berdoa 3 (Tiga) Hal Menutup Jalan Kebaikan 3 Karakteristik Orang Zuhud 4 (empat) Benefit Program Indosat Haji 5 (lima) Metode dalam Mendidik Anak 5 th Asal Bangka [Video] 6 Aspek Ciri-Ciri Kemandirian 7 (Tujuh) Kebiasaan yang Bisa Memperkaya Hidup 7 Konten Penting Alquran Wanita Azalia 9 Manfaat Tidur Menghadap ke Kanan 9 Peristiwa Penting yang Terjadi Saat Ramadhan Adab Ajaran Islam Al Haramain Al-Qura'n Alasan Alquran Cordoba International Alquran Saku Al Quds Alquran Sebagai Kelengkapan Ibadah Alquran Tajwid & Terjemah: Al Haramain Anak Aqiqah Azalia Bandung Belajar Belajar Memahami 4 Macam Pemberian Beli Bendahara Benefit Bisnis Blackberry Calendar Event Ceramah Jumat Ciri-Ciri Contoh Contoh Kultum Islami Cover Daud Di Balik Ketidaktahuan Dian Pelangi Doa Dimudahkan dalam Segala Urusan Doa Memohon Jodoh Efektifitas Berpuasa Senin Kamis Fadhilah Fadhilah Alquran: Sebagai Petunjuk Faedah Google Plus Hafidz Indonesia 2014 - Muhamad Alvin Firmansyah QS Al Alaq Hafiz Indonesia 2014: Musa Usia 5 Haji Hal-Hal Menarik dari Perjalanan Umroh Hari-Hari Hari-Hari dalam Ajaran Islam Harta Hewan Indonesia Indosat Inggris Inilah Alasan Wanita Inggris Banyak Memeluk Islam Inovasi Inovasi Washable Quran Cover dari Quran Madina Indonesia Instagram Internet Islami Jahe Jeli Jodoh Jual Karakteristik Kelengkapan Kemandirian Keunggulan Koleksi Alquran for Muslimah: Sofia A5 Koleksi Pilihan Al-Qura'n Cordoba Bandung Konten Kriteria Kultum Kultwit Kumpulan Kumpulan Dakwah Singkat Kurma: Buah Wasiat Rasulullah Saw Lebih dari 500 Kalimat dalam Ayat Al-Qur’an Menggunakan kata “Jangan” Lomba Madu dan Alquran Sebagai Media Penyembuh Manfaat Manusia Masjid Nabawi Masjid Quba Materi Ceramah Materi Ceramah Ramadhan tentang Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Materi Ceramah tentang Berinteraksi dengan Alquran Media Media Sosial Membaca Alquran Merdu dengan Meminum Jahe Meminum Mendidik Menghadap Merdu Metode Mohon Mudah Mukjizat Mukjizat Nabi Daud Nabi Daud Nama Online Orang Zuhud Orangtua Otak Parenting Pemimpin Pemimpin Harus Jeli! Penanggungjawab Penanggungjawab dan Kriteria Hewan untuk Aqiqah Pengaruh Pengaruh Membaca Alquran ke Otak Manusia Penyembuh Peran Peran Rasulullah Saw. Sebagai Bendahara Harta Rampasan Perang Perang Peristiwa Persahabatan Petunjuk Pilihan Program Quran Quran Madina Rampasan Rasulullah Saw. Raudhah Remaja Renungan Rezeki Segala Urusan Self Assurance Seorang Buta Singkat Syiar THE BIGGEST Tablet Tahalul Tajwid Teknologi Terjemah Tidur Twitter Umroh Urusan Washable [Ceramah Jumat] 7 Macam Persahabatan [Renungan] Belajar dari Seorang Buta alhadits domba for Muslimah: Sofia A5 kambing ke Kanan kutubtis'ah kutubussitah pesan WA sense of syariah sunah video